Posted on April 26, 2007
Filed Under Daily Notes | 4 Comments
So I’ve heard about this probably a month ago. The once-so-famous burger parlour of the 80’s has now come back from the dead. It has once again emerge in Indonesia. Burger King has open it’s new franchise in Jakarta, specifically in Senayan City.
The announcement banners was everywhere in Senayan area, my friends told. “So what are we waiting for? let’s just go there right now,” we thought. Then yesterday we went there to Senayan, the five of us, hungry burger lovers. With some sort of anticipation talks like: “hey, maybe the queue will like a mile long!” or “maybe they like sell voucher tickets to accomodate the massive needs!” or “hey maybe they just had run out of stock once we get there!” and so on….
But, the outcome was not what we once expected. The minute we went there, we were like, “what the heck is this?”. So the place was mounted with dozens of chairs and a small stage. We ask the lady there, was the Burger King had opened yet? she said that it has not yet been opened. That time they only held press conference first, then, it would be opened for public tommorow (today). Dang!
So instead of having some delicious burger delights, I ate Mie Tarik at the Senayan City Food Court for lunch, oh well.
PS: I’m still hoping the guys still want to go there today! :)

Me in front of the Burger King. (taken with a crappy camera from my mobile phone)
Posted on April 23, 2007
Filed Under Daily Notes | 1 Comment
Jumat kemarin saya akhirnya mendapatkan pinjaman DVD “an Inconvinient Truth” dari teman saya di kantor. Sudah beberapa lama saya mencari DVD dokumenter pemenang Oscar tersebut tapi belum saja menemukannya, sampai Jumat kemarin itu.
Film dokumenter yang dibuat oleh Al Gore, mantan wakil presiden ini bercerita mengenai perjalanannya berkeliling kota-kota di Amerika Serikat dan juga kota-kota lain di dunia, untuk membangkitkan kesadaran masyarakat terhadap bahaya pemanasan global (Global Warming).
Dengan menggunakan narasi orang pertama, hampir 3/4 dari film ini mengambil adegan dari salah satu seminar yang ia pernah bawakan. Ia bercerita mengenai fakta-fakta yang bisa saya simpulkan “mengerikan” mengenai ancaman pemanasan global di muka bumi ini. Saya tidak akan menjelaskan secara rinci apa saja yang ia bahas pada film tersebut (karena di akhir film, ia memerintahkan para penonton film tersebut untuk mengajak rekan-rekannya untuk menonton film tersebut).
Memang kalau ditelaah, film tersebut lebih ditujukan untuk rakyat Amerika. Wajar saja, penyumbang emisi terbesar di muka bumi ini berasal dari Amerika Utara.
Yang paling menarik adalah, dari semua data-data yang diungkapkan oleh Al Gore, kesemuanya sangat masuk akal untuk pribadi saya sendiri. Pada saat menonton film ini di kamar saya, saya merasakan sendiri betapa tidak normalnya suhu yang ada di kamar saya belakangan ini. Selama beberapa bulan ini, panas terus saja mendera lingkungan sekitar saya, walaupun terkadang hujan, namun suhu di lingkungan sini tetap saja membuat saya selalu gerah.
Apakah ini dampak dari pemanasan global? saya rasa iya. Satu hal lagi yang memperkuat data-data yang dikemukakan pada film tersebut. Menurut Al Gore, pemanasan global akan membawa perubahan kepada iklim yang ada di muka bumi ini. Secara kebetulan, kemarin pagi saya membaca salah satu artikel di surat kabar yang menjelaskan bahwa adanya pergeseran musim hujan di Indonesia. Diramalkan musim hujan di Indonesia akan terus berlanjut hingga akhir Mei. Wow, melihat berita tersebut saya merasakan dejavu, rasanya saya pernah mendengar kalimat-kalimat ini? tapi dimana ya? :)
Pada akhir film, ia menceritakan hal-hal yang dapat kita lakukan untuk mencegah pemanasan global. Saya bangga bahwa saya telah melakukan salah satunya: menggunakan sepeda sebagai moda transportasi pilihan. Memang, sebelum naik sepeda pun saya jarang sekali membawa kendaraan sendiri. Untuk pergi ke kantor, biasanya saya akan naik kendaraan umum. Jadi, sebenarnya perpindahan moda transportasi saya dari kendaraan umum ke sepeda gak terlalu ngaruh dong?
Sebentar dulu…pilihan saya untuk naik sepeda dalam rangka menurunkan pemanasan global bisa dilihat sebagai bentuk kampanye. Biarkan ribuan motor dan mobil yang melewati saya di jalan bisa melihat saya. Paling tidak mereka bisa sedikit berpikir untuk mencoba naik sepeda. Bersih, sehat, dan hemat…dan tentu saja, membantu mengurangi tingkat emisi yang makin lama makin tinggi di Indonesia.
Stop Global Warming, ride a bicycle…
Image via IMDB