Posted on September 27, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | Leave a Comment
Baru saja saya pulang dari acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Intel Indonesia. Yah, walaupun saya tidak ikut puasa, tetapi kalau ada acara buka puasa yang notabene ada hubungannya dengan santapan makanan, pasti saya akan ikut.
Acara dengan tajuk “Fast Breaking with Media” ini berlangsung di restoran “Maroush“ di lantai 2 Crowne Plaza. Restoran dengan tema timur tengah ini menyediakan makanan-makanan eksotis khas timur tengah (saking enaknya saya nambah dua kali. Hmmm, bukan karena enak kali ya? Tapi lapar juga :). Selain itu mereka menyediakan juga Shisha di tengah bagi mereka yang ingin mencobanya. Terima kasih, saya berhenti menghisap asap (dengan sengaja) semenjak 5 tahun lalu dan tidak tertarik untuk mencobanya lagi.
Acara berlangsung meriah dihadiri oleh teman-teman dari media dan juga tentu sebagai tuan rumah, Intel mengerahkan petinggi-petingginya untuk menyambut kami. Yang unik para petinggi Intel diwajibkan untuk berkostum ala timur tengah. Ada Country Manager Intel Indonesia Bapak Budi Wahyu Djati dengan kostum seperti Firaun. Ada juga Mbak Alda Siregar, Marketing Manager Intel yang kali ini berpenampilan seperti Cleopatra.
Acara ini memang dikhususkan untuk media sebagai rasa terima kasih Intel kepada media atas kerjasamanya selama ini. Selain ada games dan doorprize, Intel juga membuat suatu acara penghargaan kecil-kecilan yang ditujukan bagi para teman-teman media.
Seperti biasa, akibat dari “Kutukan CHIP”, kami dari CHIP tidak ada yang berhasil memenangkan sesuatu pada acara games dan doorprize :)
Ngomong-ngomong, malam-malam begini kok saya masih di kantor ya? Pulang ah…
Posted on September 27, 2007
Filed Under Music, Daily Notes | 4 Comments
Malam kemarin Panji main ke rumah. Memang kita sudah sepakat untuk meluangkan waktu sejenak berkreasi, bertukar pikiran, brain-storming. Untuk apa? tentu untuk One Man Karaoke! Ya Panji mengajak saya untuk turut bergabung dalam proyek terbarunya ini. Sekarang sudah ada beberapa lagu dan tadi malam kami berkreasi untuk membuat sejumlah lagu lain.
Seperti biasa dalam proses pembuatan lagu diselingi juga dengan obrolan ngalor-ngidul. Kami juga bertukar informasi mengenai informasi lagu-lagu baru juga artis-artis baru.
Pada satu kesempatan Panji bertanya: “Pat udah pernah dengerin Erik Indarto belon?” Karena bingung, saya bilang saja belum. Kemudian dia perdengarkan saya dua lagu dari artis yang bernama Erik Indarto ini.
Saat itu juga saya jatuh cinta dengan lagu-lagu ini. Kedua lagu dari Erik Indarto ini mengingatkan saya kepada album Swiss Army Romance nya Dashboard Confessional balik di tahun 2002 dulu. Betapa segarnya mendengar lagu akustik emosional sederhana seperti ini lagi. Di tengah kejenuhan dengan segala macam genre yang ada berkutat komputer saya, lagu-lagunya bagai embun yang menyejukan.
Untuk Erik Indarto, jika Anda membaca posting saya ini, sukses buat Anda, terima kasih telah membuat mood saya sejuk sepanjang hari ini mendengar lagu Anda. Anda sangat berpotensi menjadi sesuatu yang besar di blantika musik Indonesia saat ini. Kembangkan terus talenta Anda, buat lagu-lagu baru yang semakin menyentuh. Saya yakin Anda akan sukses. Saya tunggu perkembangan dari Anda selanjutnya.
Oh iya, izinkan saya men-share satu lagu Anda yang menurut saya sangat luar biasa, Mendengar lagu ini seperti mendengar Duncan Sheik membawakan Screaming Infidelities-nya Dashboard Confessional. Pengalaman yang menarik!
Buat yang membaca posting ini, silahkan kunjungi MySpace resmi dari Erik Indarto. Kalaupun Anda tidak sempat, silahkan unduh sample lagu dari Erik Indarto ini yang sangat luar biasa.
Erik Indarto - Why Romance Obviously Not Good
Posted on September 26, 2007
Filed Under Hardware, iPod, Daily Notes | Leave a Comment
Meneruskan pembahasan tentang iPod Unlocking kemarin, saya ingin membahas sedikit mengenai kemungkinan modifikasi iPod Touch. Seperti yang telah diberitakan, iPod Touch merupakan versi iPod keluaran terbaru dari Apple. iPod Touch ini mengambil bentuk dan fungsionalitas yang hampir mirip dengan iPhone. Yang membedakan hanya fungsi komunikasinya saja.
Nah, bayangkan jika iPod Touch ini dapat di-unlock juga dan dapat diisi dengan program-program 3rd party yang menarik. Tentu sangat menyenangkan bukan?
Ide ini sudah tercetus oleh seorang hacker dengan nama “Martyn”. Ia mengoprek sebuah iPod Touch yang sudah rusak dan berusaha mempelajari data di dalam chip iPod tersebut. Hacker tersebut berhasil mengekstrak kode di dalam iPod Touch.
Ia kemudian mengirimkan kode tersebut pada suatu folder khusus di servernya. Sayangnya, Apple entah bagaimana berhasil menemukan praktek ini dan menuntut agar kode ini dihapus karena bertentangan dengan hukum.
Apple tampaknya sangat berhati-hati sekali dalam menjaga gadgetnya ini agar tidak mudah dimodifikasi pihak lain. Namun, cepat atau lambat praktek modifikasi pasti akan terjadi, Kalian tidak akan dapat menahan kreativitas orang, Apple! Biarkanlah hal ini terjadi secara alamiah.
Saya sendiri tidak terlalu tertarik dengan iPod Touch ini. Tetapi kalau nanti gadget tersebut dapat dimodifikasi menjadi sesuatu yang lucu, mungkin saya akan berubah pikiran. :)
Posted on September 25, 2007
Filed Under in Indonesia, Hardware, Daily Notes | Leave a Comment
Akhirnya Apple menentukan sikap mengenai praktek unlocking iPhone.
Hari ini Apple mengeluarkan satu press release resmi mengenai kebijakan yang berkaitan dengan praktek “unlock” pada produk mereka, iPhone. Seperti yang banyak diberitakan (dan bahkan sukses dilakukan di Indonesia), praktek unlocking iPhone adalah suatu praktek untuk mengakali iPhone agar dapat menggunakan provider lain selain AT&T.
Menurut Apple, praktek unlock pada perangkat iPhone akan menghilangkan garansi resmi dari Apple. Selain itu, program-program iPhone unlocking ini dapat merusak perangkat itu sendiri. Namun, yang paling penting menurut mereka, iPhone yang telah di-unlock akan mengalami konflik dengan update resmi dari Apple. Bahkan kemungkinan besar iPhone akan gagal bekerja setelah di-update. Apple sendiri berencana merilis update software terbaru untuk iPhone minggu ini.
Saya sendiri sudah mendengar jauh-jauh hari tentang praktek iPhone unlocking ini. Praktek yang telah dilakukan di Hong Kong (jauh sebelum orang-orang di Amerika dan Eropa sana menyombongkan diri bahwa mereka berhasil melakukan unlock). iPhone yang telah di-unlock ini sudah dijual di pasar gelap beberapa minggu setelah iPhone diluncurkan.
Usaha Apple tampaknya akan sia-sia, karena belum ada satu hari berita ini dirilis, sudah ada yang memposting cara mengakali konflik ini. Hal ini sudah biasa terjadi kok di lingkungan gadget. Anda ingat mod-mod Playstation, Playstation 2, XBOX, ataupun XBOX 360 yang dibuat oleh kreatifitas para modder? Gerakan mereka dibatasi oleh produsen hardware. Pada awalnya, mesin-mesin tersebut dikunci agar tidak bisa memainkan game bajakan. Tidak berapa lama, para modder berhasil mengembangkan mod yang lebih baik lagi hingga bisa melangkahi batasan para produsen.
Inilah yang menurut saya akan terjadi pada iPhone, para “unlocker” tentu akan membuat modifikasi yang lebih baik lagi sehingga para pengguna tetap dapat mengupdate iPhone mereka tanpa ada konflik. Terutama buat kita di Indonesia, kita kan jagonya ngotak-ngatik handphone (baik handphone biasa atau smart phone) Tunggu saja nanti pada saat iPhone masuk ke Indonesia (yang kemungkinan juga pasti akan menggunakan satu provider). Siap-siap saja melihat reklame seperti ini dimana-mana (terutama di Roxy :P):
“MENERIMA UNLOCK IPHONE”
Posted on September 24, 2007
Filed Under iPod, Music, Daily Notes | Leave a Comment
A week ago, I had a disaster moment; my lovely iPod ear bud cord has been cut accidentally. I was so devastated with it. I know I have the PX100 in home abd use it occasionally with the iPod. But, I can’t use that while I’m cycling, I had always relied on my old ear bud. Now that it has gone, I had to find another good earphone to suits my needs.
After a brief inquiry to Jimmy (with his signature question: “how much is your budget?”) I set myself to buy the lovely Sennheiser MX 55. This is the perfect choice. Not only it goes along with my budget (thanks Jim), this series give me something I always wanted, a mechanism that can firmly adjust the ear bud with my ear. It has the “Twist-to-fit” system that assures a firm bud in your ear. So long, facial cotton!
In the first test, the sound is so-so, nothing special in particular; But this is only the first test, maybe I should burn-in it first for a better sound quality.
Why Sennheiser? I have good experience using the PX 100 series, so I have faith with this product. This MX 55 series is a street earphone, so it matches my needs on using it with the iPod while I’m cycling. Can’t wait to try it tomorrow morning.
Some of review regarding this earphone:
Posted on September 24, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | Leave a Comment
Kemarin malam, sesaat setelah acara nonton bareng selesai, saya ke kamar kecil untuk buang air kecil. Maklum, darah kampung, tidak bisa kena AC sedikit, langsung beser. Di dalam kamar kecil tersebut, saya menemukan hal yang menarik yang biasanya saya hiraukan. Di sana tepat di pinggir washtafel, berserakanlah tissue bekas yang dipakai oleh orang-orang untuk membersihkan tangan. Tissue tersebut berserakan dan tersebar di lantai dengan merata.
Ini yang menjadi pertanyaan saya. Pertanyaan yang mungkin sudah basi dan sering juga dipertanyakan oleh orang lain. Dengan melihat begitu banyaknya kertas tissue yang berserakan yang berfungsi untuk mengeringkan tangan, akankah lebih baik bila pengelola menyediakan saja mesin pengering tangan (Hand Dryer) yang lebih praktis daripada menghabis-habiskan kertas tissue?
Ternyata banyak juga yang telah meriset mengenai hal ini dan ada juga yang sudah mengupdatenya dengan data-data. Setelah membaca-baca artikel mengenai hal ini (Paper Towel versus Hand Dryer), saya menyimpulkan bahwa menurut saya penggunaan mesin pengering tangan lebih ramah lingkungan daripada kertas tissue. Namun, hal ini juga tergantung dari mesin pengering tangan itu sendiri, apakah hemat daya atau tidak. Karena memang ada sejumlah mesin pengering yang boros energi dan tidak dapat diandalkan. Anda bahkan dapat menghitung sendiri berapa biaya yang harus Anda keluarkan di antara kedua metode ini.
Secara keseluruhan menurut saya mesin pengering lebih hemat, tapi hal ini masih menjadi pro dan kontra di antara para kalangan pemerhati lingkungan. Anggap saja dalam perdebatan mengenai hal ini, saya berada di kelompok pro mesin pengering tangan.
Bagaimana dengan Anda sendiri, menurut Anda manakah yang lebih ramah lingkungan, kertas tissue ataukah mesin pengering tangan?
Posted on September 24, 2007
Filed Under in Indonesia, Sports | Leave a Comment
Awal yang kurang baik, namun dengan lima kemenangan berturut-turut, dan kembali ke posisi tiga besar, tampaknya United sudah perlahan-lahan kembali ke jalur awalnya, prestasi gemilang di Liga Inggris.
Tadi malam, saya dan teman-teman kantor memutuskan untuk nonton bareng Big Match minggu ini: Manchester United vs Chelsea. Kami memutuskan untuk nonton di Front Row Café Senayan. Ya memang acara nonton di café bisa dibilang agak mahal, tapi ini United melawan Chelski di Old Trafford, bung! umumnya hal ini hanya berlangsung setahun sekali, jadi saya rela untuk merogoh sejumlah kocek (meski itu hanya untuk sebuah soft-drink saja).
Kalau dipikir-pikir, ini kali pertama musim ini saya menyaksikan siaran langsung Liga Inggris. Maklum, saya di rumah menggunakan Indovision yang tidak lagi mendapat hak siar untuk menayangkan Liga Inggris, hak siar tersebut secara kasar telah direbut oleh Astro.
Manchester United bermain apik di babak pertama, kompak dan tidak canggung. Kombinasi serangan dari sayap dan through ball dari Michael Carrick membuat serangan United sangat membahayakan. Sayangnya, duet Rooney-Tevez terlihat belum padu. Tevez terkadang berdiri jauh ke belakang, sehingga Rooney sendirian berusaha menyerang di depan.
Chelsea sendiri meskipun sudah ditinggalkan “The Special One”, bermain dengan tipe dan formasi yang kurang lebih sama, bahkan mereka terlihat kurang nyaman satu dengan yang lainnya. Yang mungkin berbeda adalah dipilihnya Sheva dan Makalele sebagai starting eleven. Avram Grant sang pelatih de Facto mungkin mendapat “pesan sponsor” untuk memasukkan Sheva. Namun, Sheva (seperti biasa) tidak menghasilkan ancaman yang berarti untuk gawang United. Sheva tetap Sheva, dia kurang bagus bermain di Inggris.
Sebenarnya, menurut saya permainan kedua tim berimbang, sampai pada saat Jon Obi-Mikel dikeluarkan oleh wasit, akibat tackle berbahayanya terhadap Patrice Evra. Sejak bermain dengan 10 orang, Chelsea lebih banyak bertahan.
Tevez akhirnya membayar kepercayaan Sir Alex dengan memecah kebuntuan melalui golnya di penghujung babak pertama. Bagus lah, hal ini akan meningkatkan rasa percaya dirinya sebagai seorang striker di United.
Yang patut diperhatikan menurut saya adalah kepemimpinan wasit. Wasit Mike Dean menurut saya membuat beberapa keputusan yang lemah, seperti:
Mike Dean ini memang belakangan ini bermasalah, dan sayang sekali ia harus merusak pertarungan indah ini dengan keputusan-keputusan yang tidak perlu.
Tapi kalau dilihat keseluruhan permainan, United memang layak menang malam kemarin. (ya iyalah lo ngomong gitu, wong elo pendukung United Pat! hehe)