Posted on October 2, 2007
Filed Under in Indonesia, Bicycle, Daily Notes | 2 Comments
Bersyukur, kadang-kadang kita jarang melakukan hal ini belakangan ini. Kita cenderung melihat sesuatu hal dari sudut pandang yang berbeda.
Saya kemarin untuk kesekian kalinya bersyukur, mengenai apa? Mengenai trayek yang saya tempuh dari rumah menuju kantor. Rumah saya di daerah Ciledug, kurang lebih berjarak 9 KM dari kantor saya di bilangan Palmerah. Saya biasa mengambil jalur "belakang" dengan melewati Joglo, Pos Pengumben, lalu ke Kemandoran. Memang sepanjang jalur tersebut ada titik-titik kemacetan.
Namun, tidak sebanyak titik-titik kemacetan di daerah pusat kota. Kemarin sore, jam pulang kerja saya pergi ke Blok-M untuk membeli sesuatu. Saya pergi dari kantor (Palmerah) ke arah Semanggi, di situ rencananya saya akan naik Busway ke Blok-M. Sepanjang perjalanan saya mendapatkan banyak titik-titik kemacetan yang cukup parah, ditambah pula dengan banyak dari pekerja yang ingin pulang cepat-cepat agar bisa berbuka puasa di rumah
Karena jarang melewati trayek tersebut pada jam pulang kerja, saya merasa agak terguncang merasakan kemacetan yang terjadi. Maklum, biasa lewat jalan belakang dan pulang di atas jam tujuh malam. Saya jarang mendapatkan pengalaman (ataukah rasa stress?) seperti ini.
Saya melihat tampang-tampang pekerja yang letih (mungkin karena mereka berpuasa juga ya?) berdesak-desakan di busway dan merasakan pahitnya kemacetan di Jakarta. Saya bersyukur saya tidak (mungkin belum?) mengalami perjalanan seperti ini setiap hari.
Ini yang mereka bilang dengan "tua di jalan" ya? karena saya sendiri sudah sangat lelah sesampainya di Blok-M. Betapa ruwetnya lalu lintas ibukota pada sore di hari-hari kerja. Membuat stress di kantor tambah meningkat di perjalanan pulang.
Saya bersyukur mendapat rute yang tidak (belum) membuat stress, dan saya bersyukur bahwa saya masih dapat menggunakan sepeda tercinta saya sebagai moda transportasi ke kantor yang nyaman, sehat, dan malah dapat mengurangi stress.
Posted on October 1, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | Leave a Comment
Fear, Uncertainty, and Doubt atau disingkat dengan FUD adalah sebuah taktik marketing untuk mempengaruhi publik dengan memberikan informasi negatif mengenai suatu hal. Umumnya informasi negatif yang disebarkan berkaitan dengan produk kompetitor.
Saya sendiri sudah lama melihat taktik seperti ini diluncurkan oleh pihak-pihak proprietary terhadap fenomena Linux. Linux susah lah, Linux tidak di-support oleh siapa-siapa lah, Linux tidak kompatibel dengan hardware lah, dan berbagai macam isu lain yang dihembuskan agar orang enggan menggunakan Linux.
Namun, informasi negatif yang dihembuskan tidak hanya berkaitan dengan produk kompetitor. Seperti contohnya, produk-produk antivirus yang sering menghembuskan hoax-hoax mengenai virus dengan maksud agar produknya tetap dibeli orang.
Tujuannya disini adalah agar produk/jasa bersangkutan dibeli dan tetap dipergunakan oleh publik banyak.
Seperti halnya sewaktu tadi sore, saat saya beranjak pulang dari Blok-M ke arah Slipi. Untuk menuju ke sana, saya naik Patas AC-69 jurusan Blok-M – Cimone. Ini yang menarik, sang kenek, dalam rangka meraih penumpang sebanyak-banyaknya mengeluarkan suatu bentuk dasar FUD yang sering kita dengar dikumandangkan oleh mereka:
“Ayo-ayo Slipi, Tomang, Cimone! Terakhir, terakhir, ini terakhir, abis ini gak ada bis lagi! Ayo!“
Dengan harapan orang takut akan habisnya ketersediaan transportasi sejenis yang menuju Cimone. Dengan kalimat sakti “abis ini gak ada bis lagi“ dapat membuat sejumlah calon penumpang cepat-cepat naik dan rela berdesak-desakan meskipun bus tersebut sudah sangat penuh sesak dengan orang.
Kesian deh lo, dibo’ongin kenek…..
Posted on October 1, 2007
Filed Under Daily Notes, Software | 1 Comment
Went to Robby’s house last night. It was my first time there. I ask him to turn on his PC, since I want to copy one of his music collections. The funny thing was after it went to the desktop screen Robby goes to this ritual that some (or many) of us subconsciously do while waiting to do something. It’s the Right-Click and Refresh ritual.
Yes, if you want to know the detail its click your right mouse button then when a drop-down button appears you chooses the “refresh” option (only in Windows system by the way).
What it is with this ritual I mean? Even I do this once in a while. Usually, we do this when we ready to do something on our desktop, but couldn’t determine what the chores are. The level of addiction to this practice is separate by the frequency of the click. Robby is deep into addiction, he can do this twice in one second. Boy, that was fast.
Tell me, do you like doing this funny activity too?
« go back