Posted on October 14, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | 1 Comment
Baiklah, saya tidak menepati janji saya untuk baru memulai blog lagi hari Senin besok. Yah, ini lebih disebabkan karena di tengah house arrest ini ternyata saya masih dapat terkoneksi ke internet. Selain itu, setelah melihat sebuah kejadian tadi pagi, tangan saya agak gatal untuk menulis lagi.
Hari ini adalah hari kedua Idul Fitri. Umumnya pada hari kedua ini masyarakat ibukota yang tidak ikut ritual mudik akan melakukan perjalanan. Entah ke rumah sanak saudara, ataupun bertamasya ke tempat-tempat rekreasi di ibukota.
Nah, ini yang lucu (atau menyedihkan?). Tadi pagi sepulang dari gereja, saya mendapatkan beberapa pengendara motor yang membawa motor yang diisi dengan keluarganya. Dari beberapa motor tersebut, entah kenapa banyak yang menggunakan formasi ini:
Duduk di belakang, sang ibu menggendong bayinya dengan membawa tas bayi.
Di tengah, sang ayah merangkap pengemudi motor tersebut.
Di depan, sang kakak berpegangan sambil tersenyum riang.
Dan dari mereka yang mengunakan helm hanya si ayah.
Oke, sebelumnya saya ingin menjelaskan bahwa saya tidak mempunyai kendaraan pribadi sendiri selain sebuah sepeda gunung. Dan saya belum mampu untuk membeli motor ataupun mobil sendiri. Biasanya saya hanya meminjam mobil orang tua saja.
Tapi saya tahu apa bedanya menjaga keselamatan dalam berkendara dengan melakukan perbuatan nekat. Yang dilakukan pengendara motor di atas menurut saya sangat tidak mengindahkan keselamatan keluargannya.
Saya tahu mungkin Anda, sang pengendara motor memiliki alasan-alasan tersendiri untuk membawa serta keluarga Anda seperti itu. Namun, apakah Anda tidak melihat dari segi keamanan?
Kenapa Anda tidak mencoba naik kendaraan umum saja, seperti bis kota atau angkot? Mungkin dari segi kemudahan dan kenyamanan akan berkurang, tapi apa bedanya dengan naik motor dengan membawa serta anak dan istri (beserta bayi!), bukankah hal tersebut juga tidak nyaman dan tidak mudah? Dan tidak aman pula!
Masalah finansial? Saya rasa Anda sudah bisa membeli sebuah motor atau paling tidak Anda sudah punya uang untuk menyicil motor tersebut. Tentu naik kendaraan umum tidak akan terlalu memberatkan Anda bukan?
Saya sangat menyayangkan melihat pemandangan seperti ini di jalan pagi tadi. Yang membuat saya sedih adalah saya tidak hanya melihat praktek seperti ini sekali saja, tapi berulang kali pada pengendara motor lainnya yang juga membawa keluarganya.
Rekreasi memang sangat menyenangkan terutama dengan keluarga sendiri. Tapi tolonglah tetap ingat keselamatan keluarga Anda.
Selamat Berlibur!
Posted on October 9, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | 3 Comments
Seri 10001 cara yang dapat dilakukan orang untuk mencari duit.
Cara #3922: Fresh from the oven! Sebegitu tingginya kah demand masyarakat kita terhadap serial TV di Amerika belakangan ini? Contohnya begini, yang saya tahu serial TV Prison Break sudah di musim tayangnya yang ke-3. Namun, serial ini baru memasuki minggu ke-3 nya dengan menayangkan episode ke-3 nya.
Tapi apa lacur! Saat saya iseng-iseng ke Ratu Plaza tadi siang, sudah tersedia DVD Prison Break dengan judul Season 3a yang berisi tiga episode awal tersebut. Wow! Update yang sangat cepat sekali! Belum apa-apa tiga episode tersebut sudah dapat dinikmati khalayak umum di Indonesia.
Betapa hebatnya negeri kita! Para pedagang DVD-nya dapat menyediakan kebutuhan Anda fresh from the oven! Langsung hadir di layar Anda dengan cepatnya!
Aktualitas! Ini yang menjadi nilai jual pada produk tersebut. Meskipun sebenarnya kalau dihitung-hitung, Anda akan rugi untuk membeli DVD tersebut. Karena sebenarnya satu piringan DVD dapat memuat 4-5 episode serial TV. Namun, kalau Anda orang yang tidak sabaran dan penasaran dengan nasib Michael Scofield di Sona sana, silahkan saja. Toh satu DVD hanya dibanderol Rp 7000 perak saja (tanpa boks).
Tapi coba kita hitung, misalnya musim ini Prison Break menayangkan 20 episode, dan jika pedagang tersebut menyediakan DVD tiap 3 episode, maka Anda perlu membeli kira-kira 7 buah piringan DVD untuk menikmati Prison Break Season 3 (Season 3a s/d Season 3g). Cukup mahal bukan?
* aah bodo amat Pat! yang penting gue up-to-date kalo anak-anak pada ngomongin Prison Break di kantor/sekolah/kampus/pesantren/asrama/tongkrongan * :D
Posted on October 3, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | 1 Comment
Kurang tidur itu sangat menyebalkan. Kemarin malam saya pergi ke rumah teman saya untuk melanjutkan proyek One Man Karaoke. Saking sibuknya kami dengan proyek tersebut, kami baru tersadar bahwa jam sudah menunjukan pukul 02.00 pagi!
Wah, saya harus pulang pikir saya, karena di pagi hari saya sudah harus bersiap ke kantor. Sesampainya di rumah saya baru ingat kalau ada pertandingan Liga Champions antara Manchester United versus Roma (yang tentunya dimenangkan MU dengan skor 1-0). Pertandingan tersebut berakhir pukul 03.30. Sejak saat itu hingga berangkat ke kantor, saya tidak tidur lagi.
Di kantor? Karena datang terlalu pagi saya menutup mata sebentar selama satu jam (jam 06.00-07.00). Ya hanya itulah jumlah tidur yang saya rasakan selama 24 jam ini. Dan ini rasanya sangat tidak enak, seperti ada beban berat di kepala, pening, dan keringat dingin. Tetapi yang paling menyebalkan adalah selama sehari ini saya tidak merasa ngantuk! Yang terasa malahan gejala-gejala di atas. Ah, pulang ah, sudah waktunya saya pulang untuk “membalaskan” kurangnya waktu tidur saya hari ini. Mudah-mudahan sampai di rumah rasa kantuk akan datang juga.
zzzZZzzzzZZzzzz
Posted on October 2, 2007
Filed Under in Indonesia, Bicycle, Daily Notes | 2 Comments
Bersyukur, kadang-kadang kita jarang melakukan hal ini belakangan ini. Kita cenderung melihat sesuatu hal dari sudut pandang yang berbeda.
Saya kemarin untuk kesekian kalinya bersyukur, mengenai apa? Mengenai trayek yang saya tempuh dari rumah menuju kantor. Rumah saya di daerah Ciledug, kurang lebih berjarak 9 KM dari kantor saya di bilangan Palmerah. Saya biasa mengambil jalur "belakang" dengan melewati Joglo, Pos Pengumben, lalu ke Kemandoran. Memang sepanjang jalur tersebut ada titik-titik kemacetan.
Namun, tidak sebanyak titik-titik kemacetan di daerah pusat kota. Kemarin sore, jam pulang kerja saya pergi ke Blok-M untuk membeli sesuatu. Saya pergi dari kantor (Palmerah) ke arah Semanggi, di situ rencananya saya akan naik Busway ke Blok-M. Sepanjang perjalanan saya mendapatkan banyak titik-titik kemacetan yang cukup parah, ditambah pula dengan banyak dari pekerja yang ingin pulang cepat-cepat agar bisa berbuka puasa di rumah
Karena jarang melewati trayek tersebut pada jam pulang kerja, saya merasa agak terguncang merasakan kemacetan yang terjadi. Maklum, biasa lewat jalan belakang dan pulang di atas jam tujuh malam. Saya jarang mendapatkan pengalaman (ataukah rasa stress?) seperti ini.
Saya melihat tampang-tampang pekerja yang letih (mungkin karena mereka berpuasa juga ya?) berdesak-desakan di busway dan merasakan pahitnya kemacetan di Jakarta. Saya bersyukur saya tidak (mungkin belum?) mengalami perjalanan seperti ini setiap hari.
Ini yang mereka bilang dengan "tua di jalan" ya? karena saya sendiri sudah sangat lelah sesampainya di Blok-M. Betapa ruwetnya lalu lintas ibukota pada sore di hari-hari kerja. Membuat stress di kantor tambah meningkat di perjalanan pulang.
Saya bersyukur mendapat rute yang tidak (belum) membuat stress, dan saya bersyukur bahwa saya masih dapat menggunakan sepeda tercinta saya sebagai moda transportasi ke kantor yang nyaman, sehat, dan malah dapat mengurangi stress.
Posted on October 1, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | Leave a Comment
Fear, Uncertainty, and Doubt atau disingkat dengan FUD adalah sebuah taktik marketing untuk mempengaruhi publik dengan memberikan informasi negatif mengenai suatu hal. Umumnya informasi negatif yang disebarkan berkaitan dengan produk kompetitor.
Saya sendiri sudah lama melihat taktik seperti ini diluncurkan oleh pihak-pihak proprietary terhadap fenomena Linux. Linux susah lah, Linux tidak di-support oleh siapa-siapa lah, Linux tidak kompatibel dengan hardware lah, dan berbagai macam isu lain yang dihembuskan agar orang enggan menggunakan Linux.
Namun, informasi negatif yang dihembuskan tidak hanya berkaitan dengan produk kompetitor. Seperti contohnya, produk-produk antivirus yang sering menghembuskan hoax-hoax mengenai virus dengan maksud agar produknya tetap dibeli orang.
Tujuannya disini adalah agar produk/jasa bersangkutan dibeli dan tetap dipergunakan oleh publik banyak.
Seperti halnya sewaktu tadi sore, saat saya beranjak pulang dari Blok-M ke arah Slipi. Untuk menuju ke sana, saya naik Patas AC-69 jurusan Blok-M – Cimone. Ini yang menarik, sang kenek, dalam rangka meraih penumpang sebanyak-banyaknya mengeluarkan suatu bentuk dasar FUD yang sering kita dengar dikumandangkan oleh mereka:
“Ayo-ayo Slipi, Tomang, Cimone! Terakhir, terakhir, ini terakhir, abis ini gak ada bis lagi! Ayo!“
Dengan harapan orang takut akan habisnya ketersediaan transportasi sejenis yang menuju Cimone. Dengan kalimat sakti “abis ini gak ada bis lagi“ dapat membuat sejumlah calon penumpang cepat-cepat naik dan rela berdesak-desakan meskipun bus tersebut sudah sangat penuh sesak dengan orang.
Kesian deh lo, dibo’ongin kenek…..
Posted on September 27, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | Leave a Comment
Baru saja saya pulang dari acara buka puasa bersama yang diselenggarakan oleh Intel Indonesia. Yah, walaupun saya tidak ikut puasa, tetapi kalau ada acara buka puasa yang notabene ada hubungannya dengan santapan makanan, pasti saya akan ikut.
Acara dengan tajuk “Fast Breaking with Media” ini berlangsung di restoran “Maroush“ di lantai 2 Crowne Plaza. Restoran dengan tema timur tengah ini menyediakan makanan-makanan eksotis khas timur tengah (saking enaknya saya nambah dua kali. Hmmm, bukan karena enak kali ya? Tapi lapar juga :). Selain itu mereka menyediakan juga Shisha di tengah bagi mereka yang ingin mencobanya. Terima kasih, saya berhenti menghisap asap (dengan sengaja) semenjak 5 tahun lalu dan tidak tertarik untuk mencobanya lagi.
Acara berlangsung meriah dihadiri oleh teman-teman dari media dan juga tentu sebagai tuan rumah, Intel mengerahkan petinggi-petingginya untuk menyambut kami. Yang unik para petinggi Intel diwajibkan untuk berkostum ala timur tengah. Ada Country Manager Intel Indonesia Bapak Budi Wahyu Djati dengan kostum seperti Firaun. Ada juga Mbak Alda Siregar, Marketing Manager Intel yang kali ini berpenampilan seperti Cleopatra.
Acara ini memang dikhususkan untuk media sebagai rasa terima kasih Intel kepada media atas kerjasamanya selama ini. Selain ada games dan doorprize, Intel juga membuat suatu acara penghargaan kecil-kecilan yang ditujukan bagi para teman-teman media.
Seperti biasa, akibat dari “Kutukan CHIP”, kami dari CHIP tidak ada yang berhasil memenangkan sesuatu pada acara games dan doorprize :)
Ngomong-ngomong, malam-malam begini kok saya masih di kantor ya? Pulang ah…
Posted on September 25, 2007
Filed Under in Indonesia, Hardware, Daily Notes | Leave a Comment
Akhirnya Apple menentukan sikap mengenai praktek unlocking iPhone.
Hari ini Apple mengeluarkan satu press release resmi mengenai kebijakan yang berkaitan dengan praktek “unlock” pada produk mereka, iPhone. Seperti yang banyak diberitakan (dan bahkan sukses dilakukan di Indonesia), praktek unlocking iPhone adalah suatu praktek untuk mengakali iPhone agar dapat menggunakan provider lain selain AT&T.
Menurut Apple, praktek unlock pada perangkat iPhone akan menghilangkan garansi resmi dari Apple. Selain itu, program-program iPhone unlocking ini dapat merusak perangkat itu sendiri. Namun, yang paling penting menurut mereka, iPhone yang telah di-unlock akan mengalami konflik dengan update resmi dari Apple. Bahkan kemungkinan besar iPhone akan gagal bekerja setelah di-update. Apple sendiri berencana merilis update software terbaru untuk iPhone minggu ini.
Saya sendiri sudah mendengar jauh-jauh hari tentang praktek iPhone unlocking ini. Praktek yang telah dilakukan di Hong Kong (jauh sebelum orang-orang di Amerika dan Eropa sana menyombongkan diri bahwa mereka berhasil melakukan unlock). iPhone yang telah di-unlock ini sudah dijual di pasar gelap beberapa minggu setelah iPhone diluncurkan.
Usaha Apple tampaknya akan sia-sia, karena belum ada satu hari berita ini dirilis, sudah ada yang memposting cara mengakali konflik ini. Hal ini sudah biasa terjadi kok di lingkungan gadget. Anda ingat mod-mod Playstation, Playstation 2, XBOX, ataupun XBOX 360 yang dibuat oleh kreatifitas para modder? Gerakan mereka dibatasi oleh produsen hardware. Pada awalnya, mesin-mesin tersebut dikunci agar tidak bisa memainkan game bajakan. Tidak berapa lama, para modder berhasil mengembangkan mod yang lebih baik lagi hingga bisa melangkahi batasan para produsen.
Inilah yang menurut saya akan terjadi pada iPhone, para “unlocker” tentu akan membuat modifikasi yang lebih baik lagi sehingga para pengguna tetap dapat mengupdate iPhone mereka tanpa ada konflik. Terutama buat kita di Indonesia, kita kan jagonya ngotak-ngatik handphone (baik handphone biasa atau smart phone) Tunggu saja nanti pada saat iPhone masuk ke Indonesia (yang kemungkinan juga pasti akan menggunakan satu provider). Siap-siap saja melihat reklame seperti ini dimana-mana (terutama di Roxy :P):
“MENERIMA UNLOCK IPHONE”
Posted on September 24, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | Leave a Comment
Kemarin malam, sesaat setelah acara nonton bareng selesai, saya ke kamar kecil untuk buang air kecil. Maklum, darah kampung, tidak bisa kena AC sedikit, langsung beser. Di dalam kamar kecil tersebut, saya menemukan hal yang menarik yang biasanya saya hiraukan. Di sana tepat di pinggir washtafel, berserakanlah tissue bekas yang dipakai oleh orang-orang untuk membersihkan tangan. Tissue tersebut berserakan dan tersebar di lantai dengan merata.
Ini yang menjadi pertanyaan saya. Pertanyaan yang mungkin sudah basi dan sering juga dipertanyakan oleh orang lain. Dengan melihat begitu banyaknya kertas tissue yang berserakan yang berfungsi untuk mengeringkan tangan, akankah lebih baik bila pengelola menyediakan saja mesin pengering tangan (Hand Dryer) yang lebih praktis daripada menghabis-habiskan kertas tissue?
Ternyata banyak juga yang telah meriset mengenai hal ini dan ada juga yang sudah mengupdatenya dengan data-data. Setelah membaca-baca artikel mengenai hal ini (Paper Towel versus Hand Dryer), saya menyimpulkan bahwa menurut saya penggunaan mesin pengering tangan lebih ramah lingkungan daripada kertas tissue. Namun, hal ini juga tergantung dari mesin pengering tangan itu sendiri, apakah hemat daya atau tidak. Karena memang ada sejumlah mesin pengering yang boros energi dan tidak dapat diandalkan. Anda bahkan dapat menghitung sendiri berapa biaya yang harus Anda keluarkan di antara kedua metode ini.
Secara keseluruhan menurut saya mesin pengering lebih hemat, tapi hal ini masih menjadi pro dan kontra di antara para kalangan pemerhati lingkungan. Anggap saja dalam perdebatan mengenai hal ini, saya berada di kelompok pro mesin pengering tangan.
Bagaimana dengan Anda sendiri, menurut Anda manakah yang lebih ramah lingkungan, kertas tissue ataukah mesin pengering tangan?
keep looking »