Posted on September 24, 2007
Filed Under in Indonesia, Sports | Leave a Comment
Awal yang kurang baik, namun dengan lima kemenangan berturut-turut, dan kembali ke posisi tiga besar, tampaknya United sudah perlahan-lahan kembali ke jalur awalnya, prestasi gemilang di Liga Inggris.
Tadi malam, saya dan teman-teman kantor memutuskan untuk nonton bareng Big Match minggu ini: Manchester United vs Chelsea. Kami memutuskan untuk nonton di Front Row Café Senayan. Ya memang acara nonton di café bisa dibilang agak mahal, tapi ini United melawan Chelski di Old Trafford, bung! umumnya hal ini hanya berlangsung setahun sekali, jadi saya rela untuk merogoh sejumlah kocek (meski itu hanya untuk sebuah soft-drink saja).
Kalau dipikir-pikir, ini kali pertama musim ini saya menyaksikan siaran langsung Liga Inggris. Maklum, saya di rumah menggunakan Indovision yang tidak lagi mendapat hak siar untuk menayangkan Liga Inggris, hak siar tersebut secara kasar telah direbut oleh Astro.
Manchester United bermain apik di babak pertama, kompak dan tidak canggung. Kombinasi serangan dari sayap dan through ball dari Michael Carrick membuat serangan United sangat membahayakan. Sayangnya, duet Rooney-Tevez terlihat belum padu. Tevez terkadang berdiri jauh ke belakang, sehingga Rooney sendirian berusaha menyerang di depan.
Chelsea sendiri meskipun sudah ditinggalkan “The Special One”, bermain dengan tipe dan formasi yang kurang lebih sama, bahkan mereka terlihat kurang nyaman satu dengan yang lainnya. Yang mungkin berbeda adalah dipilihnya Sheva dan Makalele sebagai starting eleven. Avram Grant sang pelatih de Facto mungkin mendapat “pesan sponsor” untuk memasukkan Sheva. Namun, Sheva (seperti biasa) tidak menghasilkan ancaman yang berarti untuk gawang United. Sheva tetap Sheva, dia kurang bagus bermain di Inggris.
Sebenarnya, menurut saya permainan kedua tim berimbang, sampai pada saat Jon Obi-Mikel dikeluarkan oleh wasit, akibat tackle berbahayanya terhadap Patrice Evra. Sejak bermain dengan 10 orang, Chelsea lebih banyak bertahan.
Tevez akhirnya membayar kepercayaan Sir Alex dengan memecah kebuntuan melalui golnya di penghujung babak pertama. Bagus lah, hal ini akan meningkatkan rasa percaya dirinya sebagai seorang striker di United.
Yang patut diperhatikan menurut saya adalah kepemimpinan wasit. Wasit Mike Dean menurut saya membuat beberapa keputusan yang lemah, seperti:
Mike Dean ini memang belakangan ini bermasalah, dan sayang sekali ia harus merusak pertarungan indah ini dengan keputusan-keputusan yang tidak perlu.
Tapi kalau dilihat keseluruhan permainan, United memang layak menang malam kemarin. (ya iyalah lo ngomong gitu, wong elo pendukung United Pat! hehe)
Posted on August 26, 2007
Filed Under Community, in Indonesia, Daily Notes | 1 Comment
Kemarin Sabtu, saya dan rekan-rekan kantor pergi mengikuti acara nonton bareng dengan anak-anak komunitas CHIP Online. Kami turut serta sebagai perwakilan dari CHIP Team. Di jalan, salah satu teman saya bertanya, “Pat, jadi ini konsepnya gimana? Kita nonton bareng dan bayar sendiri-sendiri begitu? Terus apa uniknya?”
Dari situ saya mulai berpikir, apa benefitnya dari nonton bareng seperti ini? Ya seperti yang kita ketahui dalam suatu komunitas maya, acara berupa temu bareng atau yang biasa di Indonesia dinamakan dengan “kopi darat” merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindarkan. Keinginan untuk bertemu muka dengan muka dengan teman-teman yang biasa hanya dilihat di dunia maya pasti ada dalam suatu komunitas. Karena kita dasarnya adalah makhluk sosial, rasa ingin saling mengenal lebih jauh terhadap teman-teman lain dalam satu komunitas tentu pasti timbul.
Dari komunitas CHIP Online sendiri, kopi darat sudah dilaksanakan semenjak CHIP Online baru berdiri setahun, kira-kira tahun 2005 kemarin. Meskipun awalnya inisiatif datang para anggota komunitas sendiri. Tapi di akhir tahun 2005, kami dari CHIP Team melihat peluang ini dan kami memutuskan untuk meresmikan pertemuan-pertemuan kopi darat ini menjadi acara yang dinamakan CHIP Online Gathering. Acara yang umumnya dilaksanakan tiga kali dalam setahun ini mempunyai tujuan mempererat jalinan komunikasi antaranggota komunitas.
Tapi CHIP Online Gathering, tidak lebih dari satu kopi darat. Yang pada umumnya hanya berisi interaksi dan diskusi antar anggota komunitas. Meskipun pada setiap pertemuan kami terus berusaha mengembangkan format seperti ini.
Untuk itulah dari tahun 2006 kemarin, suatu inisiatif baru kembali dimulai dari para member sendiri untuk mengadakan acara aktivitas lain dari komunitas yang diisi dengan suatu aktivitas tertentu. Mulailah timbul acara-acara seperti Buka Puasa Bareng, CHIP Unofficial Weekend Getaway (CUWG), dan yang paling terkenal: CHIP Lan Party (CLP).
Acara-acara ini memiliki satu kesamaan, yaitu acara pertemuan antar anggota yang tidak hanya berisi acara diskusi tapi juga diisi dengan acara aktivitas yang dilakukan secara bersama-sama. Aktivitas ini bisa berupa: Ke luar kota bareng (CUWG), main game bareng (CHIP Lan Party), ataupun buka puasa bareng.
Lalu seperti yang ditanyakan teman saya di atas, apa benefit dari semua ini? Kalau dari segi finansial, hampir dari semua aktivitas ini dilakukan dengan biaya bersama yang dikumpulkan secara kolektif. Biasanya hal ini dilakukan selama lebih dari satu hari dan tentu saja setap anggota komunitas harus mempersiapkan waktu khusus dari rutinitasnya. Lalu apa?
Berkumpul dan melakukan aktivitas secara bersama-sama antar anggota para member dapat mempererat hubungan antaranggota. Perasaan senasib seperjuangan dapat mengikat tali solidaritas antaranggota.
Inilah yang menurut saya yang menjadi dasar dari acara aktivitas bersama di dalam suatu komunitas. Dengan adanya urunan bersama untuk membiayai acara ini, terdapat rasa gotong royong dan kesatuan di antara para anggota.
Untuk acara nonton bareng kemarin misalnya, benefit yang bisa di ambil berupa kebersamaan dalam menikmati hiburan dari suatu film yang baru keluar (kebetulan kemarin kita menonton “Rush Hour 3” yang menurut saya sangat lucu).
Tentunya ke depan, kami dari CHIP akan mengakomodasi aktivitas seperti ini sehingga para anggota dapat mendapatkan benefit-benefit lain (potongan discount, souvenir menarik, dll) agar aktivitas seperti ini dapat lebih menarik lagi.
Jadi bagaimana dengan komunitas Anda sendiri? Apakah Anda sudah melakukan aktivitas lain beyond kopi darat?
Update: Tambahan Foto dari acara nonton bareng Sabtu kemarin
Posted on August 22, 2007
Filed Under in Indonesia | 2 Comments
Sudah lama saya tidak pergi liburan yang benar-benar menyenangkan(kalau offroad sepeda tidak dihitung ya). Jadi begini ceritanya, sebulan yang lalu Nenez salah satu teman baik saya di kantor mendapat giliran menempati villa kantor di kawasan Karang Bolong, Anyer. Tentunya hal ini tidak disia-siakan dong. Ia mengajak teman2 di kantor untuk bersama-sama pergi ke Anyer. Dari seluruh redaksi, hanya beberapa yang bisa ikut. Yah tidak apa-apa, toh kuota individu yang muat di villa tersebut hanya belasan orang. Akhirnya terdaftarlah 16 orang dari rekan-rekan kantor untuk pergi bersama.
Kami pergi pada saat long weekend 17 Agustus 2007 kemarin, kalau dilihat-lihat, nasionalisme kami kemana ya? Orang lain sibuk upacara bendera kami malah pergi keluar kota untuk liburan. Yah, begitulah, memang kadang-kadang nasionalisme tidak bisa diukur dari pergi upacara saja. Saya sendiri lebih merasa bangga dengan bangsa ini pada saat ada pertandingan olahraga internasional dimana kontingen Indonesia ikut serta di dalamnya. Wah kok jadi ngomongin nasionalisme sih?
Sampai disana bermain di karang-karang
Oke, sampai di tempat tujuan agak siang. Villa tempat kami menginap memang tepat di pinggir pantai, namun pantainya bukan berjenis pasir putih, tapi berkarang. Mungkin keliatannya kurang enak ya, tapi kalau diperhatikan baik, sebenarnya karang-karang tersebut menampung banyak pernak-pernik dan makhluk laut yang indah.

Foto Bersama di atas Karang
Read more
Posted on March 7, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | Leave a Comment

Hmm…Musim pameran dimulai. Mulai hari ini, tiga pameran besar digelar serentak di Jakarta. Mega Bazaar Computer, FOCUS Photo Digital and Imaging Expo dan JAVE atau Jakarta Audio Video Expo. Ketiganya digelar di tempat yang sama, dimana? ya dimana lagi…Jakarta Convention Center.
Ketiga acara ini dilaksanakan mulai hari ini 7 Maret 2007 hingga 11 Maret 2007. Tadi siang saya berkesempatan untuk menghadiri acara press conference pembukaan acara ini. Cukup sederhana saja, dihadiri oleh beberapa orang dari Dyandra sebagai pihak penyelenggara.
Untuk acara Mega Bazaar Computer, mereka terlihat sangat jor-joran. Hampir seluruh area Jakarta Convention Center digunakan untuk event-event tersebut. Dengan mengusung tema “Gelegar!! Teknologi Digital Dan Multimedia” tampaknya mereka ingin mengedepankan teknologi terbaru. Tapi tentunya, tujuan-tujuan finansial tetap masuk ke dalam prioritas. Menurut Dhoris Dorianti, Divisi Pameran Komputer Dyandra, mereka mengharapkan transaksi yang terjadi pada event-event tahun ini bisa menembus angka 150 miliar.
Untuk negara yang mayoritas penduduknya di bawah garis kemiskinan, angka transaksi penjualan komputer dan multimedia di atas memang terasa ironis. Namun, kalau dilihat dari faktanya, angka tersebut mereka ambil secara pesimis. Dalam arti, angka tersebut diambil dengan asumsi daya belanja masyarakat yang sedang menurun akibat musibah banjir.
Mega Bazaar 2007 ini rencananya akan masuk ke dalam rekor MURI sebagai pameran komputer terbesar di Indonesia. Terang saja, selain di Jakarta, MBC ini digelar serentak di enam kota besar lain di Indonesia, seperti: Bandung, Semarang, Yogyakarta, Surabaya, Makassar dan Banjarmasin.
Untuk pameran kali ini, tempat majalah saya bekerja (CHIP) mengadakan beberapa aktivitas seperti workshop,conference (untuk acara Mega Bazaar) kompetisi dan bedah photo (untuk acara FOCUS). Tampaknya saya akan turut sibuk membantu dalam acara-acara ini. Aduh, padahal deadline belum selesai…
Posted on March 2, 2007
Filed Under Internet, in Indonesia | Leave a Comment
Satu hal yang menarik dari APRICOT 2007 ini adalah “Wi-Fi is in the air”. Koneksi internet di areal APRICOT 2007 ini didukung oleh beberapa pemain seperti XL, Indosat, Laxo dan juga Proxim.
Menurut berita, sudah lebih dari 28 Mbps yang dihabiskan pada acara APRICOT kali ini. Namun, saya mencobanya dengan laptop, tidak terlihat besarnya kapasitas bandwidth yang saya dapat pada saat saya coba mendownload sesuatu (“sesuatu” disini legal loh!). Mungkin, karena banyaknya peserta yang tersambung ke jaringan pada saat yang bersamaan. Yah, memang tidak lelet sih. Cukup oke lah.
Pemandangan yang unik terlihat di sepanjang area Anda dapat melihat banyak orang sibuk dengan laptop mereka tersambung ke Internet. Namun, saya melihat jumlah kontak listrik yang ada sangat terbatas sehingga banyak dari mereka yang hanya bergantung pada batere notebook mereka. Saya sendiri mengalami kesulitan mencari kontak listrik yang dapat digunakan untuk laptop saya.
Permasalahan ini terpecahkan pada saat saya mengunjugi auditorium tempat konferensi. Disana, kontak listrik tersedia dalam jumlah banyak, dan dibantu dengan bentuk tempat duduk menyerupai bioskop, saya dapat menikmati internet dengan tenang sambil menyimak konferensi yang sedang berlangsung.
Posted on March 1, 2007
Filed Under Internet, in Indonesia | Leave a Comment
Hari kedua di Bali, hujan turun deras dari pagi hari. Hal ini menyebabkan saya agak telat saat hadir dalam pertemuan yang ada. Untuk hari kedua disini saya mengikuti CEO Forum yaitu forum diskusi antar para pemain di dunia ISP dengan pemerintah. CEO Forum ini juga membahas mengenai hasil dari pertemuan Indonesia Stream di hari sebelumnya. Para panelis terdiri dari Menteri Komunikasi dan Informasi Bapak Sofyan Djalil, Ketua Umum APJII Ibu Sylvia W. Sumarlin, Dirjen Postel Bapak Basuki Yusuf Iskandar dan juga Bapak Brata T. Hardjosubroto dari PT Indosat.
Pada kesempatan ini mereka berbicara mengenai bagaimana peran pemerintah dalam melakukan regulasi untuk pengembangan jaringan ICT di Indonesia.
Pada CEO Forum ini juga diadakan deklarasi Roadmap ICT Indonesia yang dideklarasikan oleh Ibu Sylviana W. Sumarlin mewakili para praktisi ICT di Indonesia.
Meskipun acara telah berlangsung selama seminggu lebih, pada hari Selasa, 27 Februari 2007 ini dibukalah secara resmi Asia Pacific Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT 2007). Acara ini secara resmi dibuka oleh Menteri Komunikasi dan Informasi Bapak Sofyan Djalil.
Pada pembukaan konferensi APRICOT ini keynote speech dibacakan oleh Vijay Gill, salah satu anggota divisi teknis dari Google, Inc. Ia mengambil judul, “How an ISP might attain Tier-1 status in two years”.
Setelah sesi tersebut, saya juga mengikuti beberapa sesi Plenary I dengan pembicara:
Dave Meyer: “Perfect Storms and The Future”
Vince Fuller (dari Cisco System): “Scaling of Internet Routing and Addresing”
Robert J. Berger (dari IBD): “Wireless Common Sense: Shifting The Collection of Prejudices”
Menarik sekali melihat para panelis yang berbicara di depan dengan presentasi mereka. Sama sekali tidak membosankan. Meskipun saya tidak banyak mengerti hal-hal yang mereka bicarakan, namun melalui penyampaian yang cukup jelas dan diskusi menarik dengan para peserta, membuat saya cukup mendapatkan maksud dari tema-tema yang mereka bawakan.
Posted on February 28, 2007
Filed Under Internet, in Indonesia | 1 Comment
Maafkan saya kalau akhirnya saya tidak melakukan live blogging di acara APRICOT 2007 ini, namun sekarang sudah hari kedua dan izinkan saya melakukan ringkasan tentang apa yang telah berjalan kemarin dan update mengenai hal-hal yang terjadi hari ini.
Hari pertama. Saya tiba di Bali kira-kira pukul 09.40 WITA dan langsung menuju hotel di Nusa Dua. Ternyata, saya baru tahu kalau Nusa Dua itu cukup jauh dari airport di Denpasar. Wajar lah, saya kan baru pertama datang ke Bali. Rasanya seperti anak hilang.
Setelah mengurus administrasi, saya langsung jalan menuju ke tempat acara APRICOT 2007 berlangsung yaitu di Bali International Convention Center di Nusa Dua. Untungnya, pihak hotel tempat saya menginap merupakan salah satu partner hotel dalam acara ini. Hotel ini menyediakan Shuttle Bus khusus untuk mengantar para tamu. Saya ikut dalam salah satu Shuttle Bus tersebut
Memang agak rumit bila Anda menghadiri sebuah acara yang berisi banyak sekali event pada satu kesempatan. Itu yang terjadi pada saya. Saya hadir pada hari keenam dari APRICOT 2007 ini, pada hari ini berlangsung beberapa tutorial mengenai jaringan, security dan juga beberapa pertemuan di antara para delegasi di APRICOT.nAcara tutorial berlangsung secara serentak, sehingga saya bingung untuk memilih mengikuti acara yang mana
Saya memilih untuk mengikuti pertemuan Indonesia Stream. Pertemuan ini merupakan pertemuan para pakar pelaku di bidang ICT (Information Communication and Technology) dari Indonesia dan juga para perwakilan dari dunia industri.
Pertemuan ini dibagi menjadi tiga sedi utama:
Sesi I:”IP Technology for the Acceleration of Indonesia ICT National Development Opportunity and Strategy”
Sesi II: “Indonesian IP Infrastructure : Domestic and National Internet Exchange: Today and 2010”
Sesi III: “Security: Policy (ID-Sirtii), Technical and Legal Aspects”
Para panelis yang hadir seperti Sylviana W .Sumarlin, ketua umum APJII dan juga Onno W. Purbo datang membahas mengenai perkembangan komunitas pakar jaringan yang semakin berkembang dan dapat menjadi saingan bagi industri ISP. ISP saingan dalam bentuk RT/RW.net dan yang lainnya ini semakin hari semakin besar.
Menurut Onno, kita sebagai bangsa Indonesia perlu berbangga, karena para anak bangsa telah menjadi teladan bagi negara-negara lain dalam menyediakan teknologi jaringan alternatif (meskipun belum legal :)
Pemerintah harus mengambil kebijakan dan regulasi baru terkait dengan perkembangan yang terjadi ini. Tumbuhnya teknologi jaringan yang lebih sophisticated yang digerakan oleh para komunitas ini patut diberdayakan semaksimal mungkin bagi kepentingan kita semua.
Dalam sesi Security, salah satu wakil dari pihak aparat keamanan yaitu Kombespol Petrus R. Golose berbicara banyak mengenai ancaman keamanan yang dapat terjadi sebagai dampak dari meluasnya penggunaan internet di Indonesia. Masalah seperti child trafficking, frauding, website defacing dan juga belakangan ini yang sedang berkembang yaitu online betting atau judi online. Menurutnya, kesulitan yang dihadapkan oleh pemerintah adalah penggunaan tatanan hukum yang masih berbasiskan pada warisan hukum dari zaman Belanda dan sulit diaplikasikan kepada permasalahan yang ada di masa sekarang ini.
Setelah pertemuan tersebut saya mendapat kesempatan untuk mewawancarai beberapa vendor mengenai produk-produk mereka. Mengenai hal ini, saya akan tulis di post yang terpisah.
Benar-benar hari yang melelahkan.
PS: Sayangnya, pada kesempatan ke Bali ini saya menggunakan laptop pinjaman yang di dalamnya belum disertakan program pengolah gambar. Oleh karena itu, saya belum sempat mengupload gambar-gambar liputan APRICOT ini. Mohon maaf. :)
Posted on February 22, 2007
Filed Under in Indonesia, Daily Notes | Leave a Comment
Mulai Senin minggu depan, saya akan pergi ke Bali untuk mengikuti acara APRICOT 2007. Acara ini merupakan pertemuan tahunan para praktisi di bidang jaringan Internet se-Asia Pasifik. Acara dengan bentuk workshop, tutorial dan konferensi ini telah berlangsung dari tanggal 21 Februari 2007 kemarin dan akan berakhir hingga 3 Maret 2007.
Saya sebagai wakil dari media yang meliput berkesempatan untuk menghadiri acara tutorial dan konferensi dari hari Senin hingga Rabu itu. Selain itu, beberapa perusahaan juga menawarkan press briefing mengenai produk-produk mereka. Pasti akan seru!
Menurut public relation dari acara ini, para pakar Internet dunia akan hadir pada event besar ini. Siapa-siapa saja yang mereka sebut “pakar internet dunia”? Untuk hal tersebut saya belum mendapatkan informasi jelas. Yang jelas, nanti saya berkesempatan untuk mewawancarai beberapa eksekutif dari perusahaan Lucent-Alcatel. Tentu wawancara ini akan berkaitan dengan acara APRICOT 2007 secara keseluruhan.
Dari informasi yang saya dapat, acara yang akan diadakan di Nusa Dua, Bali ini akan dilengkapi dengan koneksi Wi-Fi berkecepatan tinggi, seberapa besar? Kita lihat saja nanti. Saya berencana akan melakukan live blogging pada acara ini. Tunggu saja update berikutnya dari saya! :)
« go back — keep looking »