Alternatif Akses POP3/SMTP Gmail Menggunakan SSH Tunneling

Sudah lama saya ingin mencoba Mozilla Thunderbird lagi, khususnya untuk digunakan pada account Gmail saya.  Alasannya sederhana, saya lama-lama bosan juga menunggu waktu tunggu untuk membuka halaman web-based Gmail.

Kebetulan teman kantor ada yang menggunakan Portable Thunderbird. Aplikasi menarik ini dia gunakan untuk segala keperluan mobilitas e-mail, termasuk di dalamnya, account Gmail miliknya. Menurut sarannya, Thunderbird cocok digunakan untuk menarik e-mail dari Gmail.

Namun, sangat disayangkan… untuk alasan sekuriti, ternyata port pop3 dan smtp Gmail secara default ditutup oleh admin network kantor saya. Teman saya bisa mengakses Gmail karena memang dia minta request khusus kepada sang admin. Bisa saja sih saya merequest kepada sang admin untuk membuka port tersebut, namun saya urung untuk melakukannya dengan alasan bahwa ini merupakan proyek eksperimen saja (hanya untuk coba-coba, biasanya kalau sudah 1-2 bulan saya akan bosan dengan sendirinya).

Tadi malam, setelah pusing menyelesaikan deadline artikel (yang tiba-tiba datang bagaikan air bah), dan tidak tahu mau ngapain lagi (pulang malas, tapi belum ngantuk juga), saya iseng lagi mencoba koneksi Gmail lewat Thunderbird. Saya teringat teknologi SSH tunneling yang dulu sempat saya pelajari dan coba-coba sebentar.

Oke, googling sedikit, riset sedikit, ngoprek-ngoprek sedikit, salah-salah...banyak. Akhirnya! Saya berhasil melakukan koneksi ke Gmail melalui tunneling via SSH. Begini cara sederhananya menurut pengalaman saya:

Pendahuluan

Disclaimer: Tutorial sederhana di bawah ini dibuat dengan dasar penyebaran edukasi saja. Praktek seperti ini terkadang tidak disukai oleh admin jaringan, jadi terserah Anda berani coba atau tidak. :)

Tools yang dibutuhkan
A. Account SSH
Kepemilikan account ini sangat penting. Jika Anda tidak memiliki account SSH pada suatu server, lupakan saja tutorial ini. Namun jangan salah juga, walaupun Anda memiliki account SSH, tapi server tersebut membatasi tunneling, ini juga sia-sia, lupakan juga tutorial ini. Jadi yang penting Anda punya account SSH yang bisa digunakan untuk tunneling.

B.Putty
Saya mempraktekkan ini di Windows dan saya menggunakan PuTTY sebagai SSH Client. Kalau Anda menggunakan sistem UNIX/Linux, Anda bisa menggunakan OpenSSH Client yang biasanya sudah dibundel dalam distribusi UNIX/Linux. PuTTY bekerja sebagai penjembatan antara jaringan lokal Anda, server SSH, dan server GMail.

Praktek

Setelah Anda menginstall PuTTY), kita akan menggunakan salah satu program dalam paket PuTTY yaitu Plink, suatu interface command-line dari PuTTY itu sendiri. Kita akan menggunakan perintah seperti ini:

plink -ssh -P 22 [SERVER SSH] -l [NAMA USER] -C -v -L [PORT1]:pop.gmail.com:995

keterangan
[SERVER-SSH] adalah alamat dari server SSH yang akan Anda gunakan.
[NAMA-USER] adalah username yang digunakan pada server SSH tersebut
[PORT1] adalah port lokal (yang terbuka) yang akan Anda gunakan untuk mengakses SSH-Server

Dengan perintah di atas, Anda akan mengakses server pop3 Gmail (pop.gmail.com) melalui “jalan lain“ yang dibuat oleh Server-SSH. Anda mengakses server SSH melalui jalan resmi (port yang terbuka), server kemudian akan menjembatani Anda untuk mengakses server pop3 Gmail (lewat port 995).

Berikut contohnya:

plink -ssh -P 22 10.16.5.10 -l userbaru -C -v -L 110:pop.gmail.com:995
Script ini secara sederhana artinya begini, Anda mengakses Gmail melalui port 110 ke server SSH (10.16.5.10)  dengan nama “userbaru“, server kemudian akan mengkoneksikan Anda melalui port 995 (port default Gmail) ke server Gmail.   

Implementasi

1. Buka command line Interface Windows (Run -> cmd)

2. Dari directory PuTTY ketikkan:
plink -ssh -P 22 10.16.5.10 -l userbaru -C -v -L 110:pop.gmail.com:995
Sesuaikan alamat (10.16.5.10), nama user (userbaru), serta port (110) dengan informasi Anda sendiri.
 
3. Bila koneksi berhasil, Anda akan dibawa ke server-ssh, masukkan password dari user bersangkutan di atas. Biarkan window tersebut bekerja di background.

4. Buka Thunderbird, masukkan setting berikut pada bagian Account Setting:
Pada bagian Server Setting masukan localhost dalam isian Server Name serta 110 dalam isian port.
pop3-tunneling-setting.gif 
    Pada bagian Outgoing Server (SMTP) click Add/Edit, masukan “localhost” pada isian server name, dan “25” pada bagian Port.
smtp-tunnelling-setting.gif
5.    Selesai! Anda seharusnya sudah dapat mengakses Gmail Anda di Thunderbird dengan SSH Tunneling.

Tips dan Troubleshooting

  • Terkadang Anda tidak akan tersambung pada saat proses penarikan/pengiriman e-mail. Coba terus, hal ini bisa disebabkan oleh ketidakstabilan koneksi tunneling yang terkadang suka terjadi.
  • Jika Anda sama sekali tidak bisa terkoneksi, coba lihat akses ke server SSH di command line, apakah mengalami gangguan. Jika iya, jalankan perintah plink di atas untuk melakukan koneksi ulang.
  • Untuk mempermudah Anda dalam melakukan koneksi tunneling, tulis script ini di teks editor:

  • plink -ssh -P 22 10.16.5.10 -l userbaru -C -v -L 110:pop.gmail.com:995 –L 25:smtp.gmail.com:587

    Sesuaikan nama server, nama user, serta port yang digunakan untuk pop3 dan smtp. Simpan misalnya dengan nama mail.bat. Jalankan script ini pada setiap Anda ingin melakukan koneksi tunneling. Dengan script ini Anda akan membuka koneksi ke server pop3 dan juga SMTP untuk pengiriman e-mail.

Mudah-mudahan tutorial yang sangat pemula ini bisa membantu Anda sekalian. Terima kasih.

0 TrackBacks

Listed below are links to blogs that reference this entry: Alternatif Akses POP3/SMTP Gmail Menggunakan SSH Tunneling.

TrackBack URL for this entry: http://www.patvandiest.com/cgi-bin/mt/mt-tb.cgi/46

2 Comments

lekman said:

Terima Kasih banyak Mas Patrick telah berbagi ilmu dan cukup memandu sekali, dan akan saya praktek kan, Semoga ilmu anda terus bertambah.

Patrick said:

Sama-sama pak. Senang bisa membantu. :)

Leave a comment


Type the characters you see in the picture above.

About

Patrick van Diest Patrick G. van Diest a.k.a "patvandiest" thinks he can fulfill his "world domination scheme" by writing in this weblog in his spare time. We'll see about that in the upcoming future. Now, just expect writings on random geek things that may interest you. More

Subscribe to This Blog

About this Entry

This page contains a single entry by Patrick G van Diest published on February 15, 2008 3:05 PM.

Vista's Second Chance was the previous entry in this blog.

Ankle Problem: Episode Paling Menyakitkan di Hidup is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Patvandiest on Twitter

  • @rifie it's weird, I've been playing around with fb all day, but the layouts still look the same as ever? why is that? - #
  • They build a new office building right next to my office. So all I can hear all day for about six months is drilling and pounding noise. bah - #
  • This is way too brilliant! Andy Vaderhol http://ping.fm/1kmAX - #
  • is happy! at the office I found the perfect mix of Milo and Frisian Flag milk to make a hot choco just like what I drink back home at night - #
  • Just got back home after watching Rufio @ senayan. They played pretty good, but the sound quality is poor. It's alright, Rufio still rules! - #