Ankle Problem: Episode Paling Menyakitkan di Hidup

Di dalam perjalanan hidup seseorang terkadang kita harus mengalami satu atau dua hal yang sangat menyakitkan. Baik itu sakit secara batiniah ataupun sakit secara fisik. 

Saya baru saja mengalami sakit yang sangat menyakitkan secara fisik. Ceritanya begini: Kemarin pagi, saya hadir di JCC pada saat acara Microsoft Server Wave 2008. Acara ini merupakan acara peluncuran besar-besaran dari produk Microsoft yang terbaru yaitu: Windows Server 2008, SQL Server 2008, serta Visual Studio 2008. Disitu saya dengan beberapa redaksi bertugas meliput acara tersebut. 

Acara pembukaan berlangsung di Plenary Hall. Karena tempat sudah penuh terisi, saya dan teman-teman kemudian mencari posisi di tribun atas dari Plenary Hall. Untuk mendapatkan gambar-gambar yang penting saya terpaksa ke bawah dan mengambil gambar langsung di bawah panggung. 

Setelah mendapatkan gambar-gambar yang penting, saya kembali lagi ke tribun atas. Disana setelah menulis beberapa catatan penting, saya berniat kembali ke bawah untuk mengambil gambar band Dewa (kebetulan Dewa menjadi artis penghibur pada acara pembukaan ini). Nah pada saat turun tangga tribun, ruangan gelap dan semua orang menumpuk ingin melihat Dewa. Pada saat itulah kejadian naas ini terjadi. Saya salah menginjak salah satu anak tangga, sehingga saya terpeleset dan kaki kiri saya tidak jatuh secara benar. KREK!! bunyi itulah yang jelas saya dengar (padahal satu Plenary Hall terdengar hingar-bingar oleh suara lagu Dewa). 

Terjadilah musibah ini. Kaki kiri saya sakit sekali. Walaupun begitu, saya mencoba untuk jalan. Ternyata masih bisa meskipun sakit. Merasa masih dapat beraktivitas, saya melanjutkan lagi kegiatan peliputan acara ini. Mulai dari meliput salah satu breakout session (oleh Steve Riley, seorang pakar keamanan dari Microsoft) sampai acara private interview dengan beberapa Product Manager Microsoft. 

Selepas peliputan, saya kembali ke kantor. Disana hal yang diduga itu terjadi, setelah membuka sepatu, kaki saya bengkak luar biasa dan semenjak sampai di kantor saya sudah tidak bisa berjalan lagi dan harus dipapah.

Setelah pulang (diantar oleh salah satu teman saya yang baik hati), saya langsung pergi ke rumah sakit untuk mengecek keadaan internal kaki saya. Setelah di rontgen ternyata tidak ada tulang yang patah (Thank God), hanya (hanya?) terkilir saja. 

Lalu datanglah pengalaman itu. Di dekat rumah saya ada salah satu ibu yang memang ahli dalam urusan urut-mengurut. Saya sudah berpikir bahwa mau tidak mau, hal ini harus terjadi. Saya harus diurut. Dan yang lebih parah, saya harus diurut dalam keadaan bengkak. Karena seyogyanya, bila ada seorang yang terkilir, ia harus segera diurut sebelum pembengkakan terjadi (tentu setelah dilihat bahwa itu bukan patah tulang ya. Karena kalau patah tulang malah tidak boleh diurut).

Mungkin satu RT mendengar teriakan memilukan dari saya. Saya tidak peduli. Kemarin malam, saat diurut itu adalah saat paling menyakitkan yang pernah terjadi di hidup saya. Sakitnya begitu mendera sampai saya pusing sendiri.

Menurut ibu itu, hal ini harus dilakukan untuk meluruskan kembali urat-urat yang bengkok. Setelah selesai, kaki saya diikat dengan perban agar tetap lurus. 

Saat ini, saya masih belum dapat berjalan dengan benar, masih dalam tahap penyembuhan. Saya masih melakukan terapi jalan. Untung saja saya masih dapat berjalan ke komputer. Karena hampir semua aktivitas saya ada di komputer ini. :) 

0 TrackBacks

Listed below are links to blogs that reference this entry: Ankle Problem: Episode Paling Menyakitkan di Hidup.

TrackBack URL for this entry: http://www.patvandiest.com/cgi-bin/mt/mt-tb.cgi/48

4 Comments

rifie said:

waw... kayak pemain bola aja pat... wkwkwkwk.
cuma bedanya kalo pemain bola ngga diurut sama ibu2... :D

Patrick said:

Hehe, ya anggaplah si Ibu ini Fisioterapis pribadi gue. Hihi, wah gue gak bisa merumput selama 6 bulan nih, goodbye futsal...

mujadi said:

Duh sori pat...jadi ngerasa salah gue ninggalin lu sendirian. Mau cepet sembuh kan...minta cium kening aja sama wita :)

Tetep semangat pat...go MVP! lho gak nyambung yak :))

oh itu to, kenapa sekarang beralih ke onthel? Gak nyambung yak? haha ahaha hahahaha

Leave a comment


Type the characters you see in the picture above.

About

Patrick van Diest Patrick G. van Diest a.k.a "patvandiest" thinks he can fulfill his "world domination scheme" by writing in this weblog in his spare time. We'll see about that in the upcoming future. Now, just expect writings on random geek things that may interest you. More

Subscribe to This Blog

About this Entry

This page contains a single entry by Patrick G van Diest published on March 5, 2008 8:31 PM.

Alternatif Akses POP3/SMTP Gmail Menggunakan SSH Tunneling was the previous entry in this blog.

Si Unyil and Today's TV Shows is the next entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Patvandiest on Twitter

  • @rifie it's weird, I've been playing around with fb all day, but the layouts still look the same as ever? why is that? - #
  • They build a new office building right next to my office. So all I can hear all day for about six months is drilling and pounding noise. bah - #
  • This is way too brilliant! Andy Vaderhol http://ping.fm/1kmAX - #
  • is happy! at the office I found the perfect mix of Milo and Frisian Flag milk to make a hot choco just like what I drink back home at night - #
  • Just got back home after watching Rufio @ senayan. They played pretty good, but the sound quality is poor. It's alright, Rufio still rules! - #