daily notes: November 2007 Archives

Pagi tadi karena flu saya tampaknya tidak sembuh-sembuh (dan karena desakan dari kiri-kanan juga), akhirnya saya memutuskan untuk pergi ke Poliklinik perusahaan. Setelah pesan tempat di pagi harinya, saya pergi ke sana kira-kira pukul 9. Untung saja pada saat itu tidak banyak orang yang menunggu giliran sehingga tidak berapa lama setelah daftar ulang, nama saya dipanggil untuk diperiksa.

Setelah diperiksa dan diberikan resep, saya kemudian menebus resep tersebut kepada apotik kecil yang ada di poliklinik tersebut. Setelah itu? Ya sudah, saya melenggang saja pergi tanpa mengeluarkan sepeser pun.

Inilah salah satu kelebihan yang saya sukai dari tempat saya bekerja, ada poliklinik gratis. Saya tinggal daftar, berkonsultasi dengan dokter, diberi obat, dan kemudian pulang dengan obat gratis.

Memang di banyak perusahaan hal ini bukanlah hal yang luar biasa, terutama untuk perusahaan yang besar. Terkadang pelayanan kesehatan yang diberikan tidak dalam bentuk poliklinik, namun dalam bentuk rumah sakit rujukan. Pada rumah sakit tersebut, segala biaya kesehatan Anda akan ditanggung, meskipun porsi penggantian biaya berbeda diantara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya.

Yang mencuat dalam pemikiran saya setelah keluar dari poliklinik adalah: “Kenapa negara kita tidak bisa menyediakan pelayanan kesehatan gratis tanpa terkecuali seperti ini ya?”

Saya jadi ingat kegondokan saya melihat film dokumenter “Sicko” buatan Michael Moore. Di film tersebut terlihat bagaimana mudahnya mendapatkan pelayanan kesehatan gratis di negara-negara seperti Inggris, Perancis, bahkan di negara yang dipimpin oleh seorang diktator seperti Kuba.

Seperti halnya di poliklinik perusahaan saya, pelayanan kesehatan di negara-negara tersebut sangat mudah dan gratis. Anda hampir tidak perlu mengeluarkan biaya sepeser pun (bahkan di Inggris, kalau Anda ke rumah sakit naik taksi, pihak rumah sakit akan mengganti biaya taksi Anda)

Bagaimana caranya negara dapat menyediakan pelayanan kesehatan gratis seperti ini? Jawabannya dari Pajak. Nah ini nih yang sulit diterapkan di negara kita. Idealnya sih, pajak akan diperbesar untuk digunakan sebagai subsidi kesehatan, suatu bentuk sosialisme kecil. Yang kaya menanggung yang miskin dalam subsidi kesehatan.

Namun, meskipun saya memimpikan suatu bentuk sosialisme pelayanan kesehatan seperti yang terjadi di negara-negara di atas, tampaknya hal ini masih tetap akan menjadi mimpi. Hal ini bisa dilihat dari sulitnya birokrasi dan politik di Indonesia.

Ayolah pemerintah! Carikan cara agar masyarakat Indonesia bisa menikmati pelayanan kesehatan gratis (tanpa embel-embel “Syarat dan Ketentuan berlaku”), hilangkan paradigma “Sakit itu Mahal” yang sudah mendekam di sanubari masyarakat. Karena menurut saya kesehatan itu sama pentingnya dengan pendidikan.

Untuk sementara, menunggu pemerintah bergerak, tampaknya saya kalau sakit lagi, saya masih akan pergi ke poliklinik perusahaan saja dulu. :)
and yet I still had to endure two more days from this week....

Why this is a rough week? here's why:
The last entry to this blog was 5 days ago? God, has it been that long? On the brighter side, I've watched some of memorable films like The Breakfast Club, Say Anything, and a Clockwork Orange. It was great feeling watching those great films.

Anyway, I'm still thinking to make a review blog in this site. What do you think?
Judul itulah yang akan digunakan sebagai judul resmi Harry Potter and The Deathly Hallows terjemahan Bahasa Indonesia. Relikui? Apa itu relikui? Berikut entri arti kata “Relikui“ dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia:

re.li.kui /relikui/ n barang peninggalan orang suci yg dianggap berharga; benda-benda keramat.

Jadi saya rasa meskipun kata tersebut terdengar asing di telinga masyarakat kita, namun kata tersebut cukup pantas mewakili terjemahan dari kata “Hallows”. Tetap terasa aneh sih, wajarlah, masih banyak masyarakat yang awam terhadap banyak kata-kata “unik” yang ada di KBBI.

Edisi ketujuh dari seri Harry Potter terjemahan Bahasa Indonesia ini sedianya akan diluncurkan pada pertengahan bulan Januari 2008 nanti oleh Gramedia Pustaka Utama. Edisi Hardcover-nya dibanderol dengan harga Rp 195.000.

Saya sendiri sudah membaca yang versi aslinya, walaupun belum selesai (Baru sampai saat Harry dan teman-temannya “mengunjungi” Gringgots), kenapa belum selesai? Entah kenapa, saya agak jenuh dengan seri Harry Potter ini, agak terlalu bertele-tele. Tapi rencananya sih saya akan ikut memesan versi Bahasa Indonesianya dan akan saya baca ulang, kali ini akan saya selesaikan sampai paragraf terakhir. Penasaran juga lama-lama gimana akhirnya, hihihihi..!
Crap. I have this not-expected flu. Now my nose is acting strange and this headache doesn’t go away (probably because I only took a vitamin and not flu pills this morning). I'm in this non-productive mood of doing anything, yet here I am posting an entry. Sigh... Anyway, here’s the quote of the day:

If I had a blog this would really be a big day for me. Do my laundry? Check. Save my sister’s life? Check. Save my own life? Final entry….

There’s not much TV series that I followed this season, one of the new one is Chuck. Chuck tells a story about a nerd who accidentally absorbs all the CIA and NSA Intel information to his brain. He becomes an Intersect, a walking database of who’s who and what is what in the Intelligence world. Now he has to help CIA to catch terrorist and bad guys in general while still working in a Buy More store day to day. It’s quite hilarious. The story is simple and not that complicated which is good for me since I’m fed up with twisted plotted series. 
nike-backtothefuture.jpg
Screw those Back to the Future box set, aargh! It made me remember my childhood obsession of time travel once again. Here's how it started, two weeks ago, I borrowed my bosses Back to the Future Box set. Nostalgic moment, I thought. Bring back great memories, I thought.

Now what happens only after seeing the first movie? I'm reading about the over-my-head complicated theories of Time Travel and it's paradox. Not only that, I’m obsessed with Marty McFly’s Nike sneakers that he wore when he got back to 1955. Aargh, it is so uber cool! According to Back to the Future forum, the name for the series was “Ace 83”, yet someone else called it “Fortnight”, anyhow, I don’t know which one is true, all I know (and hope) is that I can find that baby in the jungle of Jakarta. Wish me luck!

PS: or maybe, I should ask Cee-Lo of Gnarls Barkley, he wore those nice kicks in one of the Spin cover back in November 2006.

Image taken from here. It’s the only place where I could find the illustration of the shoes.

UPDATE: I just found that there's a present day clone of that kind of shoes now (with pics). It's a "Nike Tennis Classics" kind of model. Now that's surely help me a lot in finding the model, 'cause I think I saw that kind in one of the Nike store here. Yippie! :)

Saya penggemar timnas Inggris, tapi saya juga pendukung setia timnas Indonesia. Satu hari teman saya bertanya, "Pat, kalau Indonesia menjamu Inggris di Senayan, lo mau dukung siapa?". Saya jawab bahwa saya akan 100% dukung Indonesia, meskipun saya pesimis Indonesia akan menang namun, saya akan mendukung timnas kita selalu. Yang penting dukungan! menang kalah itu belakangan. Oh iya, mengenai pertandingan lawan Inggris, di akhir pertandingan, menang atau kalah, saya akan berusaha merangsek turun ke lapangan dan minta tanda tangan Gerrard, Rooney, atau Hargreaves dengan segala upaya dan daya! Kapan lagi coba ada kesempatan kayak begitu? hihihihi.

Terlepas dari itu, saya selalu mendukung kontingen Indonesia yang bermain di kancah Internasional, dalam cabang apapun. Harapan atas kemenangan? nah itu nanti dulu. Biasanya saya melihat statistik saja dulu, kalau bulutangkis misalnya, nah harapan saya tentu mereka dapat menang, karena pebulutangkis kita memang sebenarnya mampu bahkan untuk melawan negara seperti China sekalipun.

Bagaimana dengan sepakbola? Nah ini lain lagi, sepakbola kita, seperti yang dijelaskan mas Hedi, punya semangat yang besar, namun skill dan teknik? nah ini faktor yang kurang dimiliki timnas kita. Jadinya seperti pertandingan tadi malam, saya mendukung 100%, tapi melihat cara mereka main, harapan saya atas kemenangan Indonesia, sangatlah kecil. Saya tidak mau berharap banyak, karena kalau tidak tercapai, yang sakit saya sendiri. Jadilah seperti yang dibilang mas Hedi, kita jadi penonton saja, dukung saja terus, mudah-mudahan di satu hari nanti sepakbola kita akan berprestasi lagi.
Beberapa hari yang lalu saya iseng posting "Tips berkenalan dengan wanita cantik" di bagian Off Topics di CHIP Forum. Yah, namanya juga off topics, di forum tersebut, para member dapat membuat thread apa saja (namun tetap melihat aturan forum) yang tidak berhubungan dengan IT, jadi yang biasa dibahas disitu adalah hal-hal santai, tidak serius, dan malah cenderung ngejunk (aman, karena post count tidak dihitung di forum ini, jadi tidak bisa kejar setoran juga :).

Nah atas dasar tersebut ditambah dengan keisengan saya yang tiba-tiba saja muncul, serta tekanan dari para member yang bertanya-tanya: "kenapa si admin jarang main di off topics?" (jawaban: "karena sang admin sibuk sama pekerjaan sehari-harinya dan kalau ada waktu luang ia malah sibuk nge-blog :), maka saya buat topik tersebut, topik "gak guna" yang sebenarnya merupakan salinan  dari salah satu blog post saya di Friendster.

Percaya deh, saya buat post tersebut murni karena sedang bosan dan sedang iseng saja. Tapi ternyata banyak tanggapan dari teman-teman member yang malah menganggapnya serius. Ahahahaha! ini dia nih masalahnya kalau bercanda dengan sesama geek mengenai tema yang geek juga, pembahasannya jadi teknis dan mendetail.
Sampai ada yang bertanya, "apakah harus menghapus seluruh isi harddisk?" dan bahkan ada yang mau mempraktekkannya di INDOCOMTECH 2007 minggu depan, (ya ampun, gak usah segitunya deh, ahahaha)
Tengah malam begini saya iseng mencoba koneksi 3G di Powerbook saya. Kebetulan kemarin dapat pinjaman modem ZTE MF620 dari kantor. Di kantor sih saya biasa pakai dengan menggunakan Windows. Nah, setelah saya mencari-cari ternyata IndosatM2, ISP yang menyediakan akses 3G ini, memberikan cara setting modem tersebut di Macintosh.

Wah kebetulan, pikir saya. Ya sudah coba saja deh, penasaran dari kemarin apakah bisa atau tidak. Setelah download drivernya dan belajar dari tutorial yang diberikan, akhirnya modem terkoneksi juga.

Post ini saya buat dengan menggunakan koneksi tersebut. Untuk browsing boleh dibilang cukup cepat, namun setiap kali saya ketik sebuah URL atau klik sebuah link, koneksi ini akan diam sebentar sekitar 2-3 detik lalu baru memproses halaman yang diminta. Jadi, memang responnya agak pelan ya.

Tapi itu bukan masalah serius sih, yang saya takutkan malah ketidakstabilan koneksi. Soalnya, saat saya coba di salah satu laptop kantor yang berbasis Windows, modem akan sukses terkoneksi, namun setiap 5-6 menit koneksi akan putus dan modem mengalami masalah, sehingga saya harus me-restart ulang PC. Ini sangat mengganggu sekali. Beberapa teman dari divisi lain juga mengeluhkan problem yang sama dengan modem ZTE MF620 tersebut. Untungnya di komputer desktop saya tidak mengalami masalah ini.

Oke, karena sudah ngantuk, saya akan coba lagi besok pagi. Selamat malam semua! :)

About

Patrick van Diest Patrick G. van Diest a.k.a "patvandiest" thinks he can fulfill his "world domination scheme" by writing in this weblog in his spare time. We'll see about that in the upcoming future. Now, just expect writings on random geek things that may interest you. More

Subscribe to This Blog

About this Archive

This page is a archive of entries in the daily notes category from November 2007.

daily notes: October 2007 is the previous archive.

daily notes: January 2008 is the next archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.

Patvandiest on Twitter

  • @anima I'm gonna miss you too... *hiiih* - #
  • persiapan nonbar arse vs manutd di la resh cafe bareng United Indonesia korwil Bandung. - #
  • @puspa converse ftw! cons will always fit for any occasion, girl! - #
  • @ephi oh hehe it's a joke really... kaga sanggup beli dah gue kalo segitu. - #
  • gak jauh2.. di FO.. ujung2nya belinya hooded sweatshirt jg #turisgeek - #