July 2008 Archives

tdk.jpg
Tahun: 2008
Sutradara: Christopher Nolan
Genre: Action Thriller
Pemain: Christian Bale, Heath Ledger, Aaron Eckhart, Gary Oldman, Maggie Gylenhaal
Skor Film: 10 / 10

Ini adalah sebuah review yang bernuansa nazar, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk membuat post ini setelah menonton The Dark Knight, minimal dua kali.

Tidak pernah dalam hidup saya mengantisipasi sebuah film hingga hampir 2 tahun lamanya. Mulai dari pemunculan Heath Ledger sebagai Joker pada website Why So Serious, pesan telepon dari Letnan Jim Gordon, hingga e-mail newsletter dari tim sukses Harvey Dent. Ya, film ini seperti juga trend film-film blockbuster besar lainnya belakangan ini, mendayagunakan kampanye viral di internet sebagai bentuk promosi.

Lewat aktivitas seperti kuis, kode rahasia, newsletter, trivia, tim marketing The Dark Knight (TDK) berhasil membuat hype serta membangun rasa penasaran orang terhadap film tersebut.  Usaha tim marketing TDK tidak sia-sia, The Dark Knight menjadi film yang paling dinanti di musim panas ini.  Pada minggu pertamanya saja TDK telah membuat rekor baru dengan meraup pendapatan $155.340.000 pada opening week.
definitelymaybe.jpg
Definitely Maybe
Tahun: 2008
Sutradara: Adam Brooks
Genre: Romantic Comedy
Pemain: Ryan Reynolds, Abigail Breslin, Elizabeth Banks, Isla Fisher, Rachel Weisz
Skor Film: 8.5 / 10

Saya tidak malu mengakuinya, film bergenre komedi romantis adalah salah satu jenis film yang paling saya sukai. Saya rela dibuai oleh kisah-kisah cinta romantis dalam settingan urban, yang terkadang kurang masuk akal. Heck, I'm a sucker for a romantic movies...

Itulah salah satu alasan saya antusias menyambut film Definitely Maybe yang disutradarai oleh Adam Brooks ini. Alasan lainnya adalah karena setting dari film ini sebagian besar adalah di New York. Menurut saya, sebuah film romantis yang berlatar belakang kota New York akan menambah keromantisan film tersebut.

Film ini berkisah mengenai hidup seorang professional muda bernama William Hayes (Reynolds). William di ambang perceraian dari istrinya. Maya (Breslin) anak gadis hasil pernikahan dengan William dengan istrinya sedang dalam masa pertumbuhan. Hal ini membuat ia banyak bertanya mengenai cinta dan kehidupan. Inilah konflik yang mengawali cerita dari film tersebut. Maya, yang masih belum siap menghadapi perceraian orang tuanya mempertanyakan esensi dari perpisahan orangtuanya tersebut. Hal ini berlanjut dengan tuntutannya untuk mengetahui kisah asmara yang pernah dialami oleh ayahnya.
panda.jpgKung Fu Panda
Tahun: 2008
Sutradara: Mark Osborne, John Stevenson
Genre: Animation
Pemain: Jack Black, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Jacky Chan, Seth Rogen, Lucy Liu
Skor Film: 8.0 / 10

Sebenarnya setelah film Shrek yang ketiga, saya agak kurang tertarik dengan film-film animasi berbasis 3D yang ada. Kenapa begitu? saya merasa jenuh dengan film-film animasi tersebut karena menggunakan rumusan yang hampir-hampir sama: Studio besar (Disney, Dreamworks, Pixar, dll), plot cerita standar (perkenalan, konflik, penyelesaian), dan menggunakan nama-nama besar aktor/aktris sebagai pengisi suara.

Hal inilah yang membuat saya sedikit skeptis saat pertama kali melihat teaser dan poster Kung Fu Panda beberapa bulan sebelum film ini dirilis. Belum apa-apa saya sudah males duluan dengan anggapan "ah pasti gitu-gitu aja deh"

Namun, pada saat film ini dirilis di Indonesia, muncul juga sedikit keingintahuan saya untuk menonton film ini. Maklum lah, subjektivitas sebagai penggemar Jack Black akhirnya memegang andil juga yang memaksa saya untuk memilih menonton film ringan ini daripada menonton The Incredible Hulk.

Oke, Kung Fu Panda sendiri bercerita mengenai seorang Panda bernama Po (Black) yang hidup di satu tempat fantasi di daerah Cina. Sehari-hari Po adalah seorang yang pemalas, ia bekerja di kedai bakmie milik ayahnya. Po adalah seorang penggemar Kung Fu. Ia mengidolakan pendekar-pendekar kung fu yang ada di desa tersebut yang disebut sebagai The Furious Five.

Satu hari secara tidak sengaja Po terpilih menjadi pendekar pilihan yang ditakdirkan untuk mempelajari jurus rahasia turun temurun dari para jagoan kung fu. Hal ini menjadi menarik karena ia tidak sebelumnya ia tidak bisa kung fu. Dengan belajar bersama The Furious Five dan dilatih oleh master Shifu (Hoffman), ia berusaha menjadi pendekar kung fu yang melegenda.

Sebenarnya, cerita dari Kung fu Panda ini sudah ketebak, perjalanan dari seorang panda kikuk menjadi seorang panda yang melegenda. Ya, tapi saya pernah membaca salah satu review yang menyebutkan begini:

"Terkadang ada banyak film dimana kita sudah dapat menebak bagaimana akhir dari film tersebut. Tapi, yang dapat membuat film tersebut menjadi menarik adalah bagaimana jalan cerita sehingga bisa sampai kepada titik akhir tersebut"
Inilah hal yang menurut saya menarik dari Kung Fu Panda. Meskipun akhir dari film sudah bisa ketebak, tapi jalannya cerita dari film ini sebenarnya cukup bagus. Konflik dan permasalahan dari film ini menurut saya menarik garis yang berbeda dengan film-film berkarakter "messias" lainnya. "The Chosen One" dalam hal ini Po, tidak begitu saja dapat menjadi seseorang yang hebat.

Dari segi karakter, saya patut mengacungi jempol bagi mereka yang bertugas merancang karakter Po si panda ini. Mereka dengan sukses merepresentasikan gaya Jack Black ke dalam Po sehingga karakter Po ini bisa dibilang benar-benar kayak: "Jack Black didandanin jadi Panda". Gerak-gerik, raut muka, bahasa tubuhn dari si Po ini sangat Jack Black sekali.

Sangat disayangkan, karakter pendukung lain tidak terlalu keliatan stand-out dalam film ini. Jackie Chan, Angelina Jolie, ataupun Lucy Liu sepertinya tidak mendapat banyak dialog dan peran dalam peran ini. Namun mungkin memang film ini tidak dibuat menjadi suatu film animasi all-star dimana film bertaburan bintang seperti itu bisa menyebabkan tidak terarahnya tujuan dari film tersebut. Jadi saya rasa cukup porsi dari pemain pendukung ini bisa dibilang cukup fair.

Kung Fu Panda menurut saya cukup sukses menjadi film keluarga yang memiliki humor yang cerdas, pesan moral yang kuat, dan penyuguhan animasi yang memukau. Film ini menurunkan sikap skeptis saya terhadap film-film animasi Hollywood yang mungkin akan lebih banyak muncul di masa yang akan datang.

Jika Anda di musim liburan ini belum sempat nonton Kung Fu Panda, saya sarankan cepat-cepat Anda kumpulkan teman-teman lalu pergi ke bioskop yang masih menayangkan film ini.

gambar via imdb  

About

Patrick van Diest Patrick G. van Diest a.k.a "patvandiest" thinks he can fulfill his "world domination scheme" by writing in this weblog in his spare time. We'll see about that in the upcoming future. Now, just expect writings on random geek things that may interest you. Oh yeah, did you know that he works as web developer on a tech magazine...? More

Subscribe to This Blog

About this Archive

This page is an archive of entries from July 2008 listed from newest to oldest.

January 2008 is the previous archive.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.