tdk.jpg
Tahun: 2008
Sutradara: Christopher Nolan
Genre: Action Thriller
Pemain: Christian Bale, Heath Ledger, Aaron Eckhart, Gary Oldman, Maggie Gylenhaal
Skor Film: 10 / 10

Ini adalah sebuah review yang bernuansa nazar, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk membuat post ini setelah menonton The Dark Knight, minimal dua kali.

Tidak pernah dalam hidup saya mengantisipasi sebuah film hingga hampir 2 tahun lamanya. Mulai dari pemunculan Heath Ledger sebagai Joker pada website Why So Serious, pesan telepon dari Letnan Jim Gordon, hingga e-mail newsletter dari tim sukses Harvey Dent. Ya, film ini seperti juga trend film-film blockbuster besar lainnya belakangan ini, mendayagunakan kampanye viral di internet sebagai bentuk promosi.

Lewat aktivitas seperti kuis, kode rahasia, newsletter, trivia, tim marketing The Dark Knight (TDK) berhasil membuat hype serta membangun rasa penasaran orang terhadap film tersebut.  Usaha tim marketing TDK tidak sia-sia, The Dark Knight menjadi film yang paling dinanti di musim panas ini.  Pada minggu pertamanya saja TDK telah membuat rekor baru dengan meraup pendapatan $155.340.000 pada opening week.
Namun, selain kampanye viral di internet tersebut, Apa sih yang membuat orang berbondong-bondong mengantri ingin menyaksikan film tersebut? Banyak faktor tentunya: Ekspektasi penggemar Batman yang ingin menyaksikan lanjutan episode setelah Batman Begins (yang mendapat sambutan yang hangat). Ditambah pula dengan rasa penasaran terhadap akting Heath Ledger sebagai Joker yang disebut-sebut sangat brillian dalam memerankan penjahat tersebut. 

Kamis, 17 Juli 2008 kemarin, sehari sebelum world premiere The Dark Knight saya berkesempatan menghadiri screening film tersebut di Pondok Indah Mall 2 XXI. Dengan sedikit terharu saya menonton film ini. Bagamana tidak? film ini sudah saya antisipasi sejak lama, sehingga melihat tayangan perdana ini membuat saya sangat excited.

Setelah Batman Begins, banyak yang mengatakan bahwa kisah Batman versi Christopher Nolan lebih manusiawi, masuk akal, serta cenderung lebih suram. Para pengamat percaya bahwa ciri ini akan tetap dibawa oleh Nolan pada TDK.  Hal ini juga yang menjadi harapan saya saat ingin menyaksikan TDK, sebuah film superhero yang masuk akal.

The Dark Knight mengambil tema eskalasi. Eskalasi yang terjadi setelah Batman muncul ke permukaan sebagai vigilante yang memberantas kejahatan di kota Gotham.  Di satu sisi, kehadiran Batman meresahkan para mafia yang menguasai kota Gotham.  Namun, dampak lain adalah munculnya seorang teroris yang mengenakan rias wajah dan menyebut dirinya Joker. Ia mengajak para kepala mafia untuk bekerja sama membunuh Batman.

Di lain pihak, muncul seorang jaksa wilayah baru, seorang pemuda bernama Harvey Dent. Lewat kemampuannya di pengadilan ia berusaha menggiring semua penjahat di Gotham untuk diadili. Ia menjadi simbol keadilan sejati. Bahkan Batman sendiri menaruh harapan kepadanya untuk menegakan kebenaran di Gotham. Bekerja bersama Letnan Gordon, Batman, dan Harvey Dent membuat suatu strategi untuk menjebloskan para gembong mafia ke penjara untuk selamanya.

Ya, itu sih rencana awalnya, sampai si Joker menjadi faktor pengacau yang membuat film ini menjadi kompleks dan semakin menarik. Joker menjadi agent of chaos pada film ini. Ia berhasil membuat kekacauan di Gotham lewat aksi-aksi gila namun briliannya.

The Dark Knight menurut saya bukan tipikal film superhero biasa. Film ini malah cenderung masuk ke dalam genre action-thriller. Ceritanya terlalu kompleks untuk ukuran suatu film superhero (dan ini merupakan suatu pujian). Nolan berhasil keluar dari pakem film superhero standar dan membawanya masuk ke dalam dunia filmnya yang sangat menarik.

Penokohan dalam film ini bisa dibilang luar biasa. Christian Bale sukses menjadi seorang Bruce Wayne sejati, playboy di muka umum, tapi menjadi detektif serta pemberantas kejahatan yang disiplin di belakang layar. Heath Ledger berhasil melebihi ekspektasi saya dalam perannya sebagai Joker. Ia membuat suatu tingkatan baru untuk peran penjahat dalam suatu film. Ia mendefinisikan makna baru untuk karakter Joker: konyol namun mengerikan. Aaron Eckhart yang berperan sebagai Harvey Dent juga layak mendapat pujian. Ia berhasil merepresentasikan seorang dengan karakter yang tegas, namun di balik semua itu memiliki keraguan di sanubarinya.

Nolan berhasil membangun cerita yang sangat menarik. Dibumbui dengan adegan action yang proporsional dan tepat dalam mendukung alur cerita, ia dapat membawa penonton ke dalam suasana mencekam dan menegangkan tanpa terlalu dilebih-lebihkan. Nolan juga berhasil menjaga orisinalitas cerita Batman yang ada di komik, namun tetap membuatnya menjadi lebih masuk akal.

Angkat topi juga untuk tim spesial efek dalam film ini yang tidak terlalu banyak bermain dengan computer graphics dan tetap old-school dengan menggunakan efek-efek ledakan dan peralatan yang konvensional.

Tidak diragukan lagi, film ini berhasil melewati ekspektasi dari pengamat film (juga saya) sebagai film superhero terbaik sepanjang masa. Tidak rugi saya menunggu satu setengah tahun untuk kehadiran film ini. Film blockbuster terbaik sepanjang tahun 2008.

Untuk Anda yang membaca review ini, tunggu apa lagi? Cari theater dengan kualitas terbaik di kota Anda, lalu tonton The Dark Knight disitu. Lakukan ini dua, tiga, hingga enam kali. Saya jamin Anda tidak akan bosan untuk menonton berulang kali.


image via imdb

0 TrackBacks

Listed below are links to blogs that reference this entry: The Dark Knight (2008).

TrackBack URL for this entry: http://www.patvandiest.com/cgi-bin/mt/mt-tb.cgi/59

5 Comments

Marisa said:

I might be the only who hasn't watched this movie! Arh!

How about Watchmen? The trailer's out now.


Thanks for the comment in the Journal.
I'll be sure to visit your site frequently, Patrick. Be patient with me though, lol.

Patrick G van Diest said:

yeah, that watchmen trailer was awesome! btw, thanks for visiting my site :D I don't update that often though, just follow my feed would be neat! :D

sangindra said:

SUCK THe Dark Knight IS SUCK

Batman?? Mana sisi kelamnya? No anger in his act
Joker? Ohhh...The real joker is far more better than this. Poin joker adalah dia bisa selalu menikmati his bloody joke, and joker yang di TDK, ga menikmati sama sekali. No scary laugh yang biasa dia lakukan saat membombardir kota ato ngancurin sesuatu. Joker yang di TDK lebih mirip penjahat psycho di pilm2 horor kayak SAW 3 dan teman2nya.

Harvey Dent...Smenjak kapan two face punya sisi ksatria. He is a real scum bag. Like pinguin, and joker. They all some psycho super villain yang ga pernah jadi orang baik. Dan kalaupun memang two face pernah jadi good person kayak Your Majesty Harvey Dent, seharusnya dibutuhkan skenario yang jauuuuuhhh lebih kelam untuk membuatnya turn to de dark Force, like anakin skywalker. Perubahan prinsip yang terlalu cepat untuk seorang harvey dent.

Patrick G van Diest said:

Ah, it just can't please everybody does it...?

menurut saya sih karakter Joker dan Harvey sudah mengambil elemen2 penting yang ada di komik arc batman yang penting2 seperti : The Killing Joke, The Man Who Laughs, Batman #1, dan juga The Long Halloween. Terutama untuk TLH, disitu keliatan banget kok kalo Harvey Dent memang awalnya adalah orang yang baik, hanya saja dia memang punya sisi kelam yang belum keliatan. Di film juga tampak kok dualitasnya, waktu dia nyulik anak buah Joker, dan nyiksa itu orang.

Tapi, terserahlah :) it's your call to tell that the character's were flaw, Menurut saya sih representasi karakternya sudah pas ya.

So we agree to disagree then? how about it?

Leave a comment


Type the characters you see in the picture above.

About

Patrick van Diest Patrick G. van Diest a.k.a "patvandiest" thinks he can fulfill his "world domination scheme" by writing in this weblog in his spare time. We'll see about that in the upcoming future. Now, just expect writings on random geek things that may interest you. Oh yeah, did you know that he works as web developer on a tech magazine...? More

Subscribe to This Blog

About this Entry

This page contains a single entry by Patrick G van Diest published on July 22, 2008 2:10 PM.

Definitely Maybe (2008) was the previous entry in this blog.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.