<?xml version="1.0" encoding="utf-8"?>
<feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom">
    <title>Pat&apos;s Review Notes</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.patvandiest.com/ulas/" />
    <link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.patvandiest.com/ulas/atom.xml" />
    <id>tag:www.patvandiest.com,2007-11-24:/ulas/7</id>
    <updated>2008-07-22T07:04:08Z</updated>
    <subtitle>An ordinary take on movies, music, books, an everything else</subtitle>
    <generator uri="http://www.sixapart.com/movabletype/">Movable Type Open Source 4.12</generator>

<entry>
    <title>The Dark Knight (2008)</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.patvandiest.com/ulas/2008/07/the-dark-knight-2008.html" />
    <id>tag:www.patvandiest.com,2008:/ulas//7.60</id>

    <published>2008-07-22T06:40:17Z</published>
    <updated>2008-07-22T07:04:08Z</updated>

    <summary> Tahun: 2008Sutradara: Christopher NolanGenre: Action Thriller Pemain: Christian Bale, Heath Ledger, Aaron Eckhart, Gary Oldman, Maggie GylenhaalSkor Film: 10 / 10Ini adalah sebuah review yang bernuansa nazar, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk membuat post ini setelah...</summary>
    <author>
        <name>Patrick G van Diest</name>
        
    </author>
    
    <category term="batman" label="batman" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="blockbuster" label="blockbuster" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="gotham" label="gotham" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="heathledger" label="heath ledger" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="joker" label="joker" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="thedarkknight" label="the dark knight" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="http://www.patvandiest.com/ulas/">
        <![CDATA[<span class="mt-enclosure mt-enclosure-image" style="display: inline;"><img alt="tdk.jpg" src="http://www.patvandiest.com/ulas/2008/07/22/tdk.jpg" class="mt-image-left" style="margin: 0pt 20px 20px 0pt; float: left;" height="139" width="94" /></span> <div><strong>Tahun</strong>: 2008<br /><strong>Sutradara</strong>: Christopher Nolan<br /><strong>Genre</strong>: Action Thriller <br /><strong>Pemain</strong>: Christian Bale, Heath Ledger, Aaron Eckhart, Gary Oldman, Maggie Gylenhaal<br /><strong>Skor Film</strong>: 10 / 10<br /><br /><i>Ini adalah sebuah review yang bernuansa nazar, saya sudah berjanji pada diri saya sendiri untuk membuat post ini setelah menonton The Dark Knight, minimal dua kali.</i> <br /><br />Tidak pernah dalam hidup saya mengantisipasi sebuah film hingga hampir 2 tahun lamanya. Mulai dari pemunculan Heath Ledger sebagai Joker pada website <a href="http://www.whysoserious.com/">Why So Serious</a>, pesan telepon dari <a href="http://www.gpdmcu.com/">Letnan Jim Gordon</a>, hingga e-mail newsletter dari <a href="http://www.ibelieveinharveydent.com/">tim sukses Harvey Dent</a>. Ya, film ini seperti juga trend film-film blockbuster besar lainnya belakangan ini, mendayagunakan <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Viral_marketing">kampanye viral</a> di internet sebagai bentuk promosi. <br /><br />Lewat aktivitas seperti kuis, kode rahasia, newsletter, trivia, tim marketing The Dark Knight (TDK) berhasil membuat <i>hype</i> serta membangun rasa penasaran orang terhadap film tersebut.&nbsp; Usaha tim marketing TDK tidak sia-sia, The Dark Knight menjadi film yang paling dinanti di musim panas ini.&nbsp; Pada minggu pertamanya saja TDK telah membuat rekor baru dengan <a href="http://www.rottentomatoes.com/m/the_dark_knight/numbers.php">meraup pendapatan $155.340.000 pada opening week</a>.<br /></div>]]>
        <![CDATA[Namun, selain kampanye viral di internet tersebut, Apa sih yang membuat
orang berbondong-bondong mengantri ingin menyaksikan film tersebut?
Banyak faktor tentunya: Ekspektasi penggemar Batman yang ingin
menyaksikan lanjutan episode setelah<a href="http://www.imdb.com/title/tt0372784/"> Batman Begins</a> (yang mendapat
sambutan yang hangat). Ditambah pula dengan rasa penasaran terhadap
akting Heath Ledger sebagai Joker yang disebut-sebut sangat brillian
dalam memerankan penjahat tersebut.&nbsp; <br />
<br />
Kamis, 17 Juli 2008 kemarin, sehari sebelum world premiere The Dark
Knight saya berkesempatan menghadiri screening film tersebut di Pondok
Indah Mall 2 XXI. Dengan sedikit terharu saya menonton film ini.
Bagamana tidak? film ini sudah saya antisipasi sejak lama, sehingga
melihat tayangan perdana ini membuat saya sangat <i>excited</i>. <br />
<br />
Setelah Batman Begins, banyak yang mengatakan bahwa kisah Batman versi
Christopher Nolan lebih manusiawi, masuk akal, serta cenderung lebih
suram. Para pengamat percaya bahwa ciri ini akan tetap dibawa oleh
Nolan pada TDK.&nbsp; Hal ini juga yang menjadi harapan saya saat ingin
menyaksikan TDK, sebuah film superhero yang masuk akal.<br />
<br />
The Dark Knight mengambil tema eskalasi. Eskalasi yang terjadi setelah
Batman muncul ke permukaan sebagai <i>vigilante</i> yang memberantas kejahatan
di kota Gotham.&nbsp; Di satu sisi, kehadiran Batman meresahkan para mafia
yang menguasai kota Gotham.&nbsp; Namun, dampak lain adalah munculnya
seorang teroris yang mengenakan rias wajah dan menyebut dirinya Joker.
Ia mengajak para kepala mafia untuk bekerja sama membunuh Batman. <br />
<br />
Di lain pihak, muncul seorang jaksa wilayah baru, seorang pemuda
bernama Harvey Dent. Lewat kemampuannya di pengadilan ia berusaha
menggiring semua penjahat di Gotham untuk diadili. Ia menjadi simbol
keadilan sejati. Bahkan Batman sendiri menaruh harapan kepadanya untuk
menegakan kebenaran di Gotham. Bekerja bersama Letnan Gordon, Batman,
dan Harvey Dent membuat suatu strategi untuk menjebloskan para gembong
mafia ke penjara untuk selamanya.<br />
<br />
Ya, itu sih rencana awalnya, sampai si Joker menjadi faktor pengacau
yang membuat film ini menjadi kompleks dan semakin menarik. Joker
menjadi <i>agent of chaos</i> pada film ini. Ia berhasil membuat kekacauan di
Gotham lewat aksi-aksi gila namun briliannya.<br />
<br />
The Dark Knight menurut saya bukan tipikal film superhero biasa. Film
ini malah cenderung masuk ke dalam genre <i>action-thriller</i>. Ceritanya
terlalu kompleks untuk ukuran suatu film superhero (dan ini merupakan
suatu pujian). Nolan berhasil keluar dari pakem film superhero standar
dan membawanya masuk ke dalam dunia filmnya yang sangat menarik.<br />
<br />
Penokohan dalam film ini bisa dibilang luar biasa. Christian Bale
sukses menjadi seorang Bruce Wayne sejati, playboy di muka umum, tapi
menjadi detektif serta pemberantas kejahatan yang disiplin di belakang
layar. Heath Ledger berhasil melebihi ekspektasi saya dalam perannya
sebagai Joker. Ia membuat suatu tingkatan baru untuk peran
penjahat dalam suatu film. Ia mendefinisikan makna baru untuk karakter
Joker: konyol namun mengerikan. Aaron Eckhart yang berperan sebagai
Harvey Dent juga layak mendapat pujian. Ia berhasil merepresentasikan
seorang dengan karakter yang tegas, namun di balik semua itu memiliki
keraguan di sanubarinya. <br />
<br />
Nolan berhasil membangun cerita yang sangat menarik. Dibumbui dengan
adegan action yang proporsional dan tepat dalam mendukung alur cerita,
ia dapat membawa penonton ke dalam suasana mencekam dan menegangkan
tanpa terlalu dilebih-lebihkan. Nolan juga berhasil menjaga
orisinalitas cerita Batman yang ada di komik, namun tetap membuatnya
menjadi lebih masuk akal. <br />
<br />
Angkat topi juga untuk tim spesial efek dalam film ini yang tidak
terlalu banyak bermain dengan <i>computer graphics</i> dan tetap <i>old-school</i>
dengan menggunakan efek-efek ledakan dan peralatan yang konvensional.<br />
<br />
Tidak diragukan lagi, film ini berhasil melewati ekspektasi dari
pengamat film (juga saya) sebagai film superhero terbaik sepanjang
masa. Tidak rugi saya menunggu satu setengah tahun untuk kehadiran film
ini. Film blockbuster terbaik sepanjang tahun 2008. <br /><br />Untuk Anda yang
membaca review ini, tunggu apa lagi? Cari theater dengan kualitas
terbaik di kota Anda, lalu tonton The Dark Knight disitu. Lakukan ini
dua, tiga, hingga enam kali. Saya jamin Anda tidak akan bosan untuk
menonton berulang kali.<br /><br /><i><br />image via <a href="http://www.imdb.com/">imdb</a></i><br />]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Definitely Maybe (2008)</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.patvandiest.com/ulas/2008/07/definitely-maybe-2008.html" />
    <id>tag:www.patvandiest.com,2008:/ulas//7.57</id>

    <published>2008-07-14T10:55:47Z</published>
    <updated>2008-07-14T11:47:54Z</updated>

    <summary> Definitely MaybeTahun: 2008Sutradara: Adam BrooksGenre: Romantic Comedy Pemain: Ryan Reynolds, Abigail Breslin, Elizabeth Banks, Isla Fisher, Rachel WeiszSkor Film: 8.5 / 10Saya tidak malu mengakuinya, film bergenre komedi romantis adalah salah satu jenis film yang paling saya sukai. Saya...</summary>
    <author>
        <name>Patrick G van Diest</name>
        
    </author>
    
    <category term="comedy" label="comedy" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="definitely" label="definitely" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="maybe" label="maybe" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="newyork" label="new york" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="romantic" label="romantic" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="http://www.patvandiest.com/ulas/">
        <![CDATA[<span class="mt-enclosure mt-enclosure-image" style="display: inline;"><img alt="definitelymaybe.jpg" src="http://www.patvandiest.com/ulas/2008/07/14/definitelymaybe.jpg" class="mt-image-left" style="margin: 0pt 20px 20px 0pt; float: left;" height="139" width="100" /></span> <div><strong>Definitely Maybe</strong><br /><strong>Tahun</strong>: 2008<br /><strong>Sutradara</strong>: Adam Brooks<br /><strong>Genre</strong>: Romantic Comedy <br /><strong>Pemain</strong>: Ryan Reynolds, Abigail Breslin, Elizabeth Banks, Isla Fisher, Rachel Weisz<br /><strong>Skor Film</strong>: 8.5 / 10<br /><br />Saya tidak malu mengakuinya, film bergenre komedi romantis adalah salah satu jenis film yang paling saya sukai. Saya rela dibuai oleh kisah-kisah cinta romantis dalam settingan urban, yang terkadang kurang masuk akal. <i>Heck, I'm a sucker for a romantic movies...</i><br /><br />Itulah salah satu alasan saya antusias menyambut film Definitely Maybe yang disutradarai oleh Adam Brooks ini. Alasan lainnya adalah karena <i>setting</i> dari film ini sebagian besar adalah di New York. Menurut saya, sebuah film romantis yang berlatar belakang kota New York akan menambah keromantisan film tersebut. <br /><br />Film ini berkisah mengenai hidup seorang professional muda bernama William Hayes (Reynolds). William di ambang perceraian dari istrinya. Maya (Breslin) anak gadis hasil pernikahan dengan William dengan istrinya sedang dalam masa pertumbuhan. Hal ini membuat ia banyak bertanya mengenai cinta dan kehidupan. Inilah konflik yang mengawali cerita dari film tersebut. Maya, yang masih belum siap menghadapi perceraian orang tuanya mempertanyakan esensi dari perpisahan orangtuanya tersebut. Hal ini berlanjut dengan tuntutannya untuk mengetahui kisah asmara yang pernah dialami oleh ayahnya. <br /></div>]]>
        <![CDATA[Ingin menyenangkan anaknya, William akhirnya&nbsp; menceritakan bagaimana kisah cintanya hingga ia bertemu dengan ibu dari Maya. <br /><br />Dari titik tersebut alur film berjalan mundur saat William mulai menceritakan kisah perjalanan hidupnya dari seorang intern untuk kampanye presiden Bill Clinton di tahun 1992. Dalam perjalanan hidupnya tersebut, William menjalin hubungan dengan tiga wanita yang ia anggap penting dalam hidupnya: Emily (Banks), Summer (Weisz), serta April (Fisher). <br /><br />Adam Brooks sebagai sutradara pandai memainkan cerita sehingga saya sebagai penonton memiliki rasa penasaran yang sama dengan Maya, siapakah dari ketiga wanita ini yang merupakan ibu dari Maya? Namun, jawaban dari pertanyaan itu bukanlah klimaks dari film tersebut. Hal inilah yang membuat saya sangat mengapresiasi film ini. <br /><br />Okelah, kalau boleh jujur, film ini memang masih mengikuti aturan Hollywood untuk genre romantis: <i>boy meets girl</i>, <i>boy gets heartbroken by girl</i>, <i>boy leaves girl</i>, <i>boy reunited with girl</i>. Tetapi pada akhirnya boleh dibilang film ini bisa keluar dari pakem tersebut. Film ini bisa menantang kita bahwa tidak selamanya film komedi romantis berakhir dengan bahagia <i>sesuai dengan harapan kita</i>. <br /><br />Saya dengan yakin bisa berkata film ini adalah film romantis terbaik tahun 2008 menurut versi saya. Untuk ukura film romantis sepanjang masa, film masuk 5 besar film romantis versi saya. <br /><br />Bagi mereka yang memang menyukai genre romantis urban seperti When Harry Met Sally, You've Got Mail, dan sebagainya, film ini akan memuaskan dahaga Anda. Dengan alur yang agak berbeda dibandingkan film romantis pada umumnya, film ini dapat menjadi salah satu film cult romantis yang diperbincangkan&nbsp; orang-orang. Sewa (atau beli) DVD film ini, siapkan popcorn dan susu hangat, nikmati perjalanan cinta William Hayes di New York.<br /><br />image via <a href="http://www.imdb.com/">imdb</a><br />]]>
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Kung Fu Panda (2008)</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.patvandiest.com/ulas/2008/07/kung-fu-panda-2008.html" />
    <id>tag:www.patvandiest.com,2008:/ulas//7.54</id>

    <published>2008-07-05T04:18:11Z</published>
    <updated>2008-07-05T06:34:34Z</updated>

    <summary><![CDATA[Kung Fu PandaTahun: 2008Sutradara:&nbsp;Mark Osborne, John StevensonGenre: Animation Pemain: Jack Black, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Jacky Chan, Seth Rogen, Lucy LiuSkor Film: 8.0 / 10Sebenarnya setelah film Shrek yang ketiga, saya agak kurang tertarik dengan film-film animasi berbasis 3D yang...]]></summary>
    <author>
        <name>Patrick G van Diest</name>
        
    </author>
    
        <category term="Film" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#category" />
    
    <category term="3d" label="3D" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="animasi" label="animasi" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="kungfu" label="kung fu" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="panda" label="panda" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="http://www.patvandiest.com/ulas/">
        <![CDATA[<span class="mt-enclosure mt-enclosure-image"><img alt="panda.jpg" src="http://www.patvandiest.com/ulas/2008/07/05/panda.jpg" class="mt-image-left" style="margin: 0pt 20px 20px 0pt; float: left;" height="139" width="89" /></span><strong>Kung Fu Panda</strong><br /><strong>Tahun</strong>: 2008<br /><strong>Sutradara</strong>:&nbsp;Mark Osborne, John Stevenson<br /><strong>Genre</strong>: Animation <br /><strong>Pemain</strong>: Jack Black, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Jacky Chan, Seth Rogen, Lucy Liu<br /><strong>Skor Film</strong>: 8.0 / 10<br /><br />Sebenarnya setelah film Shrek yang ketiga, saya agak kurang tertarik dengan film-film animasi berbasis 3D yang ada. Kenapa begitu? saya merasa jenuh dengan film-film animasi tersebut karena menggunakan rumusan yang hampir-hampir sama: Studio besar (Disney, Dreamworks, Pixar, dll), plot cerita standar (perkenalan, konflik, penyelesaian), dan menggunakan nama-nama besar aktor/aktris sebagai pengisi suara. <br /><br />Hal inilah yang membuat saya sedikit skeptis saat pertama kali melihat teaser dan poster Kung Fu Panda beberapa bulan sebelum film ini dirilis. Belum apa-apa saya sudah males duluan dengan anggapan "<i>ah pasti gitu-gitu aja deh</i>" <br /><br />Namun, pada saat film ini dirilis di Indonesia, muncul juga sedikit keingintahuan saya untuk menonton film ini. Maklum lah, subjektivitas sebagai penggemar Jack Black akhirnya memegang andil juga yang memaksa saya untuk memilih menonton film ringan ini daripada menonton The Incredible Hulk. <br /><br />Oke, Kung Fu Panda sendiri bercerita mengenai seorang Panda bernama Po (Black) yang hidup di satu tempat fantasi di daerah Cina. Sehari-hari Po adalah seorang yang pemalas, ia bekerja di kedai bakmie milik ayahnya. Po adalah seorang penggemar Kung Fu. Ia mengidolakan pendekar-pendekar kung fu yang ada di desa tersebut yang disebut sebagai The Furious Five. <br /><br />Satu hari secara tidak sengaja Po terpilih menjadi pendekar pilihan yang ditakdirkan untuk mempelajari jurus rahasia turun temurun dari para jagoan kung fu. Hal ini menjadi menarik karena ia tidak sebelumnya ia tidak bisa kung fu. Dengan belajar bersama The Furious Five dan dilatih oleh master Shifu (Hoffman), ia berusaha menjadi pendekar kung fu yang melegenda.<br /><br />Sebenarnya, cerita dari Kung fu Panda ini sudah ketebak, perjalanan dari seorang panda kikuk menjadi seorang panda yang melegenda. Ya, tapi saya pernah membaca salah satu review yang menyebutkan begini: <br /><br /><blockquote>"Terkadang ada banyak film dimana kita sudah dapat menebak bagaimana akhir dari film tersebut. Tapi, yang dapat membuat film tersebut menjadi menarik adalah bagaimana jalan cerita sehingga bisa sampai kepada titik akhir tersebut"<br /></blockquote>Inilah hal yang menurut saya menarik dari Kung Fu Panda. Meskipun akhir dari film sudah bisa ketebak, tapi jalannya cerita dari film ini sebenarnya cukup bagus. Konflik dan permasalahan dari film ini menurut saya menarik garis yang berbeda dengan film-film berkarakter "messias" lainnya. "The Chosen One" dalam hal ini Po, tidak begitu saja dapat menjadi seseorang yang hebat.<br /><br />Dari segi karakter, saya patut mengacungi jempol bagi mereka yang bertugas merancang karakter Po si panda ini. Mereka dengan sukses merepresentasikan gaya Jack Black ke dalam Po sehingga karakter Po ini bisa dibilang benar-benar kayak: "Jack Black didandanin jadi Panda". Gerak-gerik, raut muka, bahasa tubuhn dari si Po ini sangat Jack Black sekali. <br /><br />Sangat disayangkan, karakter pendukung lain tidak terlalu keliatan <i>stand-out</i> dalam film ini. Jackie Chan, Angelina Jolie, ataupun Lucy Liu sepertinya tidak mendapat banyak dialog dan peran dalam peran ini. Namun mungkin memang film ini tidak dibuat menjadi suatu film animasi <i>all-star</i> dimana film bertaburan bintang seperti itu bisa menyebabkan tidak terarahnya tujuan dari film tersebut. Jadi saya rasa cukup porsi dari pemain pendukung ini bisa dibilang cukup <i>fair.</i><br /><br />Kung Fu Panda menurut saya cukup sukses menjadi film keluarga yang memiliki humor yang cerdas, pesan moral yang kuat, dan penyuguhan animasi yang memukau. Film ini menurunkan sikap skeptis saya terhadap film-film animasi Hollywood yang mungkin akan lebih banyak muncul di masa yang akan datang. <br /><br />Jika Anda di musim liburan ini belum sempat nonton Kung Fu Panda, saya sarankan cepat-cepat Anda kumpulkan teman-teman lalu pergi ke bioskop yang masih menayangkan film ini.<br /><br />gambar via imdb &nbsp; <br /> ]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Stardust (2007)</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.patvandiest.com/ulas/2008/01/stardust-2007.html" />
    <id>tag:www.patvandiest.com,2008:/ulas//7.40</id>

    <published>2008-01-15T12:22:02Z</published>
    <updated>2008-01-15T13:32:44Z</updated>

    <summary><![CDATA[StardustTahun: 2007Sutradara:&nbsp;Matthew&nbsp;Vaughn Genre:&nbsp;Fantasy, Fiction, Pemain: Charlie Cox, Claire Danes,&nbsp;Michelle&nbsp;Pfeiffer,&nbsp;Sienna&nbsp;Miller Skor Film: 8,5/10 Tidak banyak film bertema fantasy yang saya tonton di tahun 2007 kemarin. Di awal tahun, memang ada Eragon&nbsp; yang cukup mengecewakan. Lalu ada juga Pirates of The Carribean:...]]></summary>
    <author>
        <name>Patrick G van Diest</name>
        
    </author>
    
        <category term="Film" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#category" />
    
    <category term="fantasy" label="fantasy" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="film" label="film" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="stardust" label="stardust" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="http://www.patvandiest.com/ulas/">
        <![CDATA[<span class="mt-enclosure mt-enclosure-image"><img alt="stardust.jpg" src="http://www.patvandiest.com/ulas/2008/01/15/stardust.jpg" class="mt-image-left" style="margin: 0pt 20px 20px 0pt; float: left;" height="145" width="98" /></span><strong>Stardust</strong><br /><div><strong>Tahun</strong>: 2007<br /><strong>Sutradara</strong>:&nbsp;Matthew&nbsp;Vaughn <br /><strong>Genre</strong>:&nbsp;Fantasy, Fiction, <br /><strong>Pemain</strong>: Charlie Cox, Claire Danes,&nbsp;Michelle&nbsp;Pfeiffer,&nbsp;Sienna&nbsp;Miller <br /><strong>Skor Film</strong>: 8,5/10<br /><br /><br /><br /><br /><br /> Tidak banyak film bertema fantasy yang saya tonton di tahun 2007 kemarin. Di awal tahun, memang ada <b>Eragon</b>&nbsp; yang cukup mengecewakan. Lalu ada juga <b>Pirates of The Carribean: At World's End</b>. Ini baru bagus! <br /><br />Di akhir tahun 2007 kemarin, saya berhasil menonton satu film fantasy yang menarik dengan judul <b>Stardust</b>. Meskipun film ini dirilis di Amerika pada musim panas kemarin, namun saya baru sempat menontonnya pada akhir tahun.<br /><br />Film ini bercerita mengenai seorang pemuda bernama Tristan (<b>Charlie Cox</b>) yang tinggal di sebuah desa kecil di Inggris. Desa ini berbatasan langsung dengan sebuah negeri fantasi bernama Stormhold. Negeri ini dipisahkan oleh sebuah tembok panjang. Selama beberapa generasi rakyat di desa tidak diperbolehkan melewati tembok ini untuk menuju Stormhold.<br /><br />Cerita dimulai ketika suatu hari Tristan melewati tembok tersebut dan masuk ke dalam negeri Stormhold untuk mencari sebuah bintang yang jatuh. Ia melakukan ini sebagai pembuktian akan cintanya kepada gadis pujaannya di desa yang bernama Victoria (<b>Sienna Miller</b>). Sesampainya disana, bukannya mendapatkan sebuah batu bintang, ia malah menemukan seorang wanita cantik bernama Yvanne (<b>Claire Danes</b>). Bintang yang jatuh tersebut adalah Yvanne.<br /><br />Ternyata bukan Tristan saja yang ingin mendapatkan sang bintang jatuh. Tiga orang penyihir yang dipimpin oleh Lamia (<b>Michelle Pfeiffer</b>) ingin mendapatkannya juga. Menurut mereka, hati sebuah bintang akan membuat para penyihir tersebut awet muda. Selain tiga penyihir, ada juga putra-putra mahkota dari Raja Stormhold yang turut mengejar Yvanne. Mereka bermaksud mengambil batu Ruby yang dipunyai oleh Yvanne. Karena siapapun yang memiliki batu tersebut akan mewarisi kerajaan Stormhold. Petualangan pun dimulai. Petualangan dari Tristan dan Yvanne yang ingin kembali ke desa Tristan di Inggris membawa mereka menemukan kejutan-kejutan menarik selama di perjalanan. <br /><br />Banyak aktor dan aktris terkenal yang bermain dalam Stardust. Nama-nama seperti <b>Robert De Niro</b>, <b>Peter O'Toole</b>, ataupun juga <b>Ricky Gervais</b> menghiasi film ini. Para aktor bermain dengan apik, terutama <b>Michelle Pfeiffer</b> sebagai si penyihir Lamia. Aktingnya bersinar sekali di film ini (bahkan menurut saya lebih bersinar dari si bintang sendiri, Yvanne). Yang agak mengecewakan adalah akting dari Robert De Niro sebagai Captain Shakespeare, seorang nahkoda kapal udara. Aktingnya agak lemah, ia kurang cocok memerankan tokoh kapten kapal yang lemah lembut ini. <br /><br /><b>Neil Gaiman</b> si pembuat novel Stardust yang mana film ini didasarkan memang piawai sekali dalam meramu sebuah cerita fantasi. Saya memang penikmat film-film fantasi dan Stardust memuaskan saya dalam sebuah cerita yang sangat bagus. Film ini membuktikan bahwa sebuah film fantasi yang bagus tidak perlu dibuat secara epik dan kolosal hingga dibutuhkan suatu trilogi film.<br /><br />Film fantasi yang dihiasi oleh aktor dan aktris terkenal ini layak ditonton. Dengan alur cerita yang menarik, spesial efek yang mendukung, serta akting yang cukup baik, film ini menjadi salah satu film favorit saya di tahun 2007 kemarin. <br /></div>]]>
        
    </content>
</entry>

<entry>
    <title>Superbad (2007)</title>
    <link rel="alternate" type="text/html" href="http://www.patvandiest.com/ulas/2007/11/superbad-2007.html" />
    <id>tag:www.patvandiest.com,2007:/ulas//7.30</id>

    <published>2007-11-24T14:39:09Z</published>
    <updated>2007-11-24T15:09:01Z</updated>

    <summary> SuperbadTahun: 2007Sutradara: Greg MottolaGenre: Teen ComedyPemain: Jonah Hill, Michael Cera, Seth RogenSkor Film: 6,7/10Superbad adalah salah satu film yang cukup digemari oleh masyarakat Amerika pada musim panas ini. Hal inilah yang membuat saya menjadi penasaran, &quot;apa bagusnya sih nih...</summary>
    <author>
        <name>Patrick G van Diest</name>
        
    </author>
    
        <category term="Film" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#category" />
    
    <category term="komedi" label="komedi" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="remaja" label="remaja" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    <category term="seks" label="seks" scheme="http://www.sixapart.com/ns/types#tag" />
    
    <content type="html" xml:lang="en-us" xml:base="http://www.patvandiest.com/ulas/">
        <![CDATA[<span class="mt-enclosure mt-enclosure-image"><img alt="superbad.jpg" src="http://www.patvandiest.com/ulas/2007/11/24/superbad.jpg" class="mt-image-left" style="margin: 0pt 20px 20px 0pt; float: left;" height="140" width="98" /></span> <div><b>Superbad<br />Tahun: </b>2007<br /><b>Sutradara:</b> Greg Mottola<br /><b>Genre: </b>Teen Comedy<br /><b>Pemain:</b> Jonah Hill, Michael Cera, Seth Rogen<br /><b>Skor Film</b>: 6,7/10<br /><br /><br /><br /><br />Superbad adalah salah satu film yang cukup digemari oleh masyarakat Amerika pada musim panas ini. Hal inilah yang membuat saya menjadi penasaran, "apa bagusnya sih nih film?", pikir saya. Tadi malam saya akhirnya&nbsp; berkesempatan untuk menonton film ini juga. <br /><br />Film ini bercerita tentang dua orang sahabat yaitu Seth (<b>Jonah Hill</b>) dan Evan (<b>Michael Cera</b>) di akhir masa SMA mereka.&nbsp; Permasalahan awal timbul dari kebingungan atas keadaan mereka yang masih perawan agak mengingatkan tentang plot cerita <b>American Pie</b>. Yah begitulah, namanya juga komedi remaja Amerika, ceritanya tidak jauh-jauh dari hal-hal seperti itu.<br /><br />Cerita mengalir saat mereka berusaha menarik perhatian gadis-gadis yang mereka suka dengan membelikan mereka minuman keras untuk pesta remaja yang akan diadakan. Inilah yang menjadi jalan cerita utama dari film Superbad ini. Bagaimana sulitnya mereka mendapatkan minuman keras sehingga mereka harus berurusan dengan polisi, kecerdikan mereka untuk menghindar dari kejaran polisi, dan segala macam petualangan yang terjadi pada satu hari tersebut. <br /><br />Menurut saya, jalan cerita ini tidak terlalu spesial, sudah begitu banyak film remaja yang mengambil tema-tema serupa, oleh karena itu saya heran kenapa film ini cukup laris di Amerika. Satu hal yang menarik disini adalah, adanya perasaan tersembunyi antara Seth dan Evan yang cukup kelihatan, karena dari gerak-gerik mereka&nbsp; (ditambah pula dengan kegemaran Seth untuk menggambar alat kelamin pria waktu ia masih kecil), terlihat secara eksplisit bahwa ada romantisme di antara mereka berdua. <br /><br />Skrip yang dibuat oleh <b>Seth Rogen</b> (yang turut berperan sebagai polisi nakal) cukup menghibur. Tapi secara keseluruhan tidak ada yang unik dari film ini. <i>Just another teen comedy</i> (dengan kata-kata sumpah serapah yang amat sangat banyak). Cocok ditonton kalau tidak ada film lain yang akan Anda tonton.<br /><br />(Gambar via <a href="http://www.imdb.com/">IMDB</a>)<br /></div>]]>
        
    </content>
</entry>

</feed>
