Recently in Film Category

panda.jpgKung Fu Panda
Tahun: 2008
Sutradara: Mark Osborne, John Stevenson
Genre: Animation
Pemain: Jack Black, Dustin Hoffman, Angelina Jolie, Jacky Chan, Seth Rogen, Lucy Liu
Skor Film: 8.0 / 10

Sebenarnya setelah film Shrek yang ketiga, saya agak kurang tertarik dengan film-film animasi berbasis 3D yang ada. Kenapa begitu? saya merasa jenuh dengan film-film animasi tersebut karena menggunakan rumusan yang hampir-hampir sama: Studio besar (Disney, Dreamworks, Pixar, dll), plot cerita standar (perkenalan, konflik, penyelesaian), dan menggunakan nama-nama besar aktor/aktris sebagai pengisi suara.

Hal inilah yang membuat saya sedikit skeptis saat pertama kali melihat teaser dan poster Kung Fu Panda beberapa bulan sebelum film ini dirilis. Belum apa-apa saya sudah males duluan dengan anggapan "ah pasti gitu-gitu aja deh"

Namun, pada saat film ini dirilis di Indonesia, muncul juga sedikit keingintahuan saya untuk menonton film ini. Maklum lah, subjektivitas sebagai penggemar Jack Black akhirnya memegang andil juga yang memaksa saya untuk memilih menonton film ringan ini daripada menonton The Incredible Hulk.

Oke, Kung Fu Panda sendiri bercerita mengenai seorang Panda bernama Po (Black) yang hidup di satu tempat fantasi di daerah Cina. Sehari-hari Po adalah seorang yang pemalas, ia bekerja di kedai bakmie milik ayahnya. Po adalah seorang penggemar Kung Fu. Ia mengidolakan pendekar-pendekar kung fu yang ada di desa tersebut yang disebut sebagai The Furious Five.

Satu hari secara tidak sengaja Po terpilih menjadi pendekar pilihan yang ditakdirkan untuk mempelajari jurus rahasia turun temurun dari para jagoan kung fu. Hal ini menjadi menarik karena ia tidak sebelumnya ia tidak bisa kung fu. Dengan belajar bersama The Furious Five dan dilatih oleh master Shifu (Hoffman), ia berusaha menjadi pendekar kung fu yang melegenda.

Sebenarnya, cerita dari Kung fu Panda ini sudah ketebak, perjalanan dari seorang panda kikuk menjadi seorang panda yang melegenda. Ya, tapi saya pernah membaca salah satu review yang menyebutkan begini:

"Terkadang ada banyak film dimana kita sudah dapat menebak bagaimana akhir dari film tersebut. Tapi, yang dapat membuat film tersebut menjadi menarik adalah bagaimana jalan cerita sehingga bisa sampai kepada titik akhir tersebut"
Inilah hal yang menurut saya menarik dari Kung Fu Panda. Meskipun akhir dari film sudah bisa ketebak, tapi jalannya cerita dari film ini sebenarnya cukup bagus. Konflik dan permasalahan dari film ini menurut saya menarik garis yang berbeda dengan film-film berkarakter "messias" lainnya. "The Chosen One" dalam hal ini Po, tidak begitu saja dapat menjadi seseorang yang hebat.

Dari segi karakter, saya patut mengacungi jempol bagi mereka yang bertugas merancang karakter Po si panda ini. Mereka dengan sukses merepresentasikan gaya Jack Black ke dalam Po sehingga karakter Po ini bisa dibilang benar-benar kayak: "Jack Black didandanin jadi Panda". Gerak-gerik, raut muka, bahasa tubuhn dari si Po ini sangat Jack Black sekali.

Sangat disayangkan, karakter pendukung lain tidak terlalu keliatan stand-out dalam film ini. Jackie Chan, Angelina Jolie, ataupun Lucy Liu sepertinya tidak mendapat banyak dialog dan peran dalam peran ini. Namun mungkin memang film ini tidak dibuat menjadi suatu film animasi all-star dimana film bertaburan bintang seperti itu bisa menyebabkan tidak terarahnya tujuan dari film tersebut. Jadi saya rasa cukup porsi dari pemain pendukung ini bisa dibilang cukup fair.

Kung Fu Panda menurut saya cukup sukses menjadi film keluarga yang memiliki humor yang cerdas, pesan moral yang kuat, dan penyuguhan animasi yang memukau. Film ini menurunkan sikap skeptis saya terhadap film-film animasi Hollywood yang mungkin akan lebih banyak muncul di masa yang akan datang.

Jika Anda di musim liburan ini belum sempat nonton Kung Fu Panda, saya sarankan cepat-cepat Anda kumpulkan teman-teman lalu pergi ke bioskop yang masih menayangkan film ini.

gambar via imdb  
stardust.jpgStardust
Tahun: 2007
Sutradara: Matthew Vaughn
Genre: Fantasy, Fiction,
Pemain: Charlie Cox, Claire Danes, Michelle Pfeiffer, Sienna Miller
Skor Film: 8,5/10





Tidak banyak film bertema fantasy yang saya tonton di tahun 2007 kemarin. Di awal tahun, memang ada Eragon  yang cukup mengecewakan. Lalu ada juga Pirates of The Carribean: At World's End. Ini baru bagus!

Di akhir tahun 2007 kemarin, saya berhasil menonton satu film fantasy yang menarik dengan judul Stardust. Meskipun film ini dirilis di Amerika pada musim panas kemarin, namun saya baru sempat menontonnya pada akhir tahun.

Film ini bercerita mengenai seorang pemuda bernama Tristan (Charlie Cox) yang tinggal di sebuah desa kecil di Inggris. Desa ini berbatasan langsung dengan sebuah negeri fantasi bernama Stormhold. Negeri ini dipisahkan oleh sebuah tembok panjang. Selama beberapa generasi rakyat di desa tidak diperbolehkan melewati tembok ini untuk menuju Stormhold.

Cerita dimulai ketika suatu hari Tristan melewati tembok tersebut dan masuk ke dalam negeri Stormhold untuk mencari sebuah bintang yang jatuh. Ia melakukan ini sebagai pembuktian akan cintanya kepada gadis pujaannya di desa yang bernama Victoria (Sienna Miller). Sesampainya disana, bukannya mendapatkan sebuah batu bintang, ia malah menemukan seorang wanita cantik bernama Yvanne (Claire Danes). Bintang yang jatuh tersebut adalah Yvanne.

Ternyata bukan Tristan saja yang ingin mendapatkan sang bintang jatuh. Tiga orang penyihir yang dipimpin oleh Lamia (Michelle Pfeiffer) ingin mendapatkannya juga. Menurut mereka, hati sebuah bintang akan membuat para penyihir tersebut awet muda. Selain tiga penyihir, ada juga putra-putra mahkota dari Raja Stormhold yang turut mengejar Yvanne. Mereka bermaksud mengambil batu Ruby yang dipunyai oleh Yvanne. Karena siapapun yang memiliki batu tersebut akan mewarisi kerajaan Stormhold. Petualangan pun dimulai. Petualangan dari Tristan dan Yvanne yang ingin kembali ke desa Tristan di Inggris membawa mereka menemukan kejutan-kejutan menarik selama di perjalanan.

Banyak aktor dan aktris terkenal yang bermain dalam Stardust. Nama-nama seperti Robert De Niro, Peter O'Toole, ataupun juga Ricky Gervais menghiasi film ini. Para aktor bermain dengan apik, terutama Michelle Pfeiffer sebagai si penyihir Lamia. Aktingnya bersinar sekali di film ini (bahkan menurut saya lebih bersinar dari si bintang sendiri, Yvanne). Yang agak mengecewakan adalah akting dari Robert De Niro sebagai Captain Shakespeare, seorang nahkoda kapal udara. Aktingnya agak lemah, ia kurang cocok memerankan tokoh kapten kapal yang lemah lembut ini.

Neil Gaiman si pembuat novel Stardust yang mana film ini didasarkan memang piawai sekali dalam meramu sebuah cerita fantasi. Saya memang penikmat film-film fantasi dan Stardust memuaskan saya dalam sebuah cerita yang sangat bagus. Film ini membuktikan bahwa sebuah film fantasi yang bagus tidak perlu dibuat secara epik dan kolosal hingga dibutuhkan suatu trilogi film.

Film fantasi yang dihiasi oleh aktor dan aktris terkenal ini layak ditonton. Dengan alur cerita yang menarik, spesial efek yang mendukung, serta akting yang cukup baik, film ini menjadi salah satu film favorit saya di tahun 2007 kemarin.
superbad.jpg
Superbad
Tahun:
2007
Sutradara: Greg Mottola
Genre: Teen Comedy
Pemain: Jonah Hill, Michael Cera, Seth Rogen
Skor Film: 6,7/10




Superbad adalah salah satu film yang cukup digemari oleh masyarakat Amerika pada musim panas ini. Hal inilah yang membuat saya menjadi penasaran, "apa bagusnya sih nih film?", pikir saya. Tadi malam saya akhirnya  berkesempatan untuk menonton film ini juga.

Film ini bercerita tentang dua orang sahabat yaitu Seth (Jonah Hill) dan Evan (Michael Cera) di akhir masa SMA mereka.  Permasalahan awal timbul dari kebingungan atas keadaan mereka yang masih perawan agak mengingatkan tentang plot cerita American Pie. Yah begitulah, namanya juga komedi remaja Amerika, ceritanya tidak jauh-jauh dari hal-hal seperti itu.

Cerita mengalir saat mereka berusaha menarik perhatian gadis-gadis yang mereka suka dengan membelikan mereka minuman keras untuk pesta remaja yang akan diadakan. Inilah yang menjadi jalan cerita utama dari film Superbad ini. Bagaimana sulitnya mereka mendapatkan minuman keras sehingga mereka harus berurusan dengan polisi, kecerdikan mereka untuk menghindar dari kejaran polisi, dan segala macam petualangan yang terjadi pada satu hari tersebut.

Menurut saya, jalan cerita ini tidak terlalu spesial, sudah begitu banyak film remaja yang mengambil tema-tema serupa, oleh karena itu saya heran kenapa film ini cukup laris di Amerika. Satu hal yang menarik disini adalah, adanya perasaan tersembunyi antara Seth dan Evan yang cukup kelihatan, karena dari gerak-gerik mereka  (ditambah pula dengan kegemaran Seth untuk menggambar alat kelamin pria waktu ia masih kecil), terlihat secara eksplisit bahwa ada romantisme di antara mereka berdua.

Skrip yang dibuat oleh Seth Rogen (yang turut berperan sebagai polisi nakal) cukup menghibur. Tapi secara keseluruhan tidak ada yang unik dari film ini. Just another teen comedy (dengan kata-kata sumpah serapah yang amat sangat banyak). Cocok ditonton kalau tidak ada film lain yang akan Anda tonton.

(Gambar via IMDB)

About

Patrick van Diest Patrick G. van Diest a.k.a "patvandiest" thinks he can fulfill his "world domination scheme" by writing in this weblog in his spare time. We'll see about that in the upcoming future. Now, just expect writings on random geek things that may interest you. Oh yeah, did you know that he works as web developer on a tech magazine...? More

Subscribe to This Blog

About this Archive

This page is a archive of recent entries in the Film category.

Find recent content on the main index or look in the archives to find all content.